Bali Perlu Membentuk Dinas atau Badan Pengelola Sampah

DENPASAR – Persoalan sampah di Bali sangat darurat dan perlu penanganan secara serius dan fokus. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Bali perlu membentuk dinas atau badan setingkat dinas yang khusus mengelola sampah.

“Entah namanya BUMD, entah badan atau lembaga selevel dinas, atau badan pengelolaan sampah yang fokus menangani sampah di Bali,” kata Anggota Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orwil Bali, Trisno Nugroho, SE, MBA, saat menjadi narasumber pada seminar nasional yang digelar ICMI Orwil Bali di Kampus ITB Stikom Bali, Minggu (1/9/2024).

Seminar nasional yang bertajuk “Optimalisasi Kawasan Energi Terbarukan untuk Pariwisata dan Ekonomi Berkelanjutan: Strategi, Tantangan dan Peluang” tersebut juga menghadirkan narasumber Direktur BPP PUSPINBT ICMI, Irwanuddin HI Kulla, Direktur CIDES ICMI, Prof. Andi Faisal Bakti, M.A., Ph.D.

Menurut Trisno Nugroho, masalah sampah di Bali sangat krusial, terutama di daerah wisata. Oleh karena itu, harus dikelola oleh suatu badan yang fokus memanag, mengelola, dan menyelesaikan masalah sampah tersebut.

Disinggung soal Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang bertugas mengelola sampah, mantan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali ini, menilai, tupoksi DLH terlalu banyak. “Ngurusi bakau, ngurusi carbon trading, hingga masalah lingkungan, dan juga sampah. Jadi tidak fokus mengurusi sampah,” jelasnya.

Padahal masalah sampah di Bali harus ditangani dan dikelola secara lebih serius. Seperti di kota-kota lain di dunia, pengelolaan sampah dilakukan dengan fokus. “Karena itu perlu badan khusus. Nanti badan ini yang mencari teknologinya, mencari orangnya, mencari sumber dayanya. Dengan cara ini, saya yakin masalah sampah di Bali bisa diselesaikan,” ujar Trisno.

Kata dia, nanti ada beberapa strategi penyelesaiaannya. Sampah di TPA Suwung Denpasar bisa diselesaikan tersendiri. Demikian juga di TPA-TPA reguler juga bisa diselesaikan sendiri. “Bisa kerjasama dengan masyarakat dan komunitas. Di Bali ini sangat banyak komunitas dan bagus-bagus,” tambahnya. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *