BULELENG – Pasangan dr. Nyoman Sutjidra Sp.OG. – Gede Supriatna, SH resmi mendaftar ke KPU Buleleng, Kamis (29/8/2024). Memasang target kemenangan 65 persen, pasangan ini merancang sejumlah program, salah satunya program ‘mesadu’.
Pasangan Sutjidra-Supriatna diusung oleh sembilan partai politik, yakni PDI Perjuangan, Partai Hanura, PKB, PPP, Partai Perindo, Partai Gelora, Partai Buruh, PBB dan PKS.
Calon Bupati Nyoman Sutjidra dalam keterangannya usai mendaftar di Kantor KPU Buleleng mengatakan, pihaknya mempunyai program berbeda yang ditawarkan yakni “Mesadu”. Kata dia, program ini dirancang untuk mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat yang akan dilaksanakan di rumah jabatan.
“Nanti masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya di sana. Bebas menyampaikan keluh kesahnya,” kata Sutjidra, mantan Wakil Bupati Buleleng ini.
Selain itu, kata dia, pasangan ini juga memiliki program lanjutan di bidang pendidikan yang akan terus diperkuat. Sementara khusus dalam bidang kesehatan, pasangan ini berencana meningkatkan layanan dengan menambah tenaga medis di dua rumah sakit yang sudah ada, serta menyediakan ambulans gratis, termasuk ambulans jenazah. Mereka juga berkomitmen untuk mempercepat penuntasan program Kartu Indonesia Sehat Sejahtera (KISS) yang saat ini masih belum optimal.
Kata dia, banyak masyarakat di Buleleng yang masih kesulitan dengan pelayanan kesehatan. Terutama untuk ambulans untuk jenazah yang gratis. “Jadi Kami ingin menambah pengadaan untuk fasilitas itu kedepan,” ujarnya.
Calon Wakil Bupati Supriatna menambahkan, dalam sektor pertanian, mereka berencana memperkuat kedaulatan pangan dengan fokus pada hilirisasi hasil pertanian melalui penguatan Subak sebagai garda terdepan. Mereka juga akan mengarahkan hasil pertanian ke sektor industri untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Buleleng.
Sementara untuk sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), Sutjidra-Supriatna akan mengoptimalkan pajak hotel, restoran, dan parkir, seiring dengan meningkatnya aksesibilitas ke Buleleng.
Tentang rencana pembangunan Bandara Buleleng, mereka menyadari bahwa prosesnya akan memakan waktu yang panjang. Meskipun tidak menolak, pasangan ini ingin fokus pada program-program yang lebih pasti dan mendesak.
“Kalau soal bandara butuh proses yang panjang. Tidak bisa tergesa-gesa. Jadi kami garap yang pasti-pasti saja dulu untuk kepentingan masyarakat,” kata Sutjidra.
Terkait target kemenangan 65 persen dalam pilkada 2024 ini, pasangan menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara wilayah Buleleng Timur, Tengah, dan Barat, karena semua merupakan satu kesatuan. (bs)

