BULELENG – Buleleng harus kembali menjadi pusat perekonomian dan pendidikan. Itu bisa terjadi karena Buleleng mempunyai dua kelebihan, yakni sumber daya alam yang besar dan masyarakat yang sangat adaptif dalam menerima perubahan ke arah positif.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Sugawa Korry, dalam sebuah dialog di Singaraja, Senin (29/4/2024).
Dikatakan, Kabupaten Buleleng dengan kotanya Singaraja pernah menjadi ibu kota Sunda Kecil dan Provinsi Bali. Kabupaten Buleleng merupakan daerah yang memiliki potensi ekonomi yang kuat dengan dukungan sumber daya alam yang sangat besar.
Namun, kata Sugawa Korry, potensi yang ada tersebut tak berbanding lurus dengan perkembangan yang hadir di Buleleng. Menurutnya, berdasarkan tiga indikator yang menjadi parameter pencapaian pembangunan, Buleleng masih jauh tertinggal dari kabupaten lain di Bali. Tiga indikator tersebut yakni pembangunan sumber daya manusia (SDM), pertumbuhan ekonomi, dan angka kemiskinan.
Politisi dari Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini mengatakan, pemerintah harus melakukan terobosan dan berkomitmen untuk memperbaiki indikator yang masih perlu diperbaiki. “Harus menyadarkan masyarakat Buleleng bahwa kondisi kita adalah seperti ini, bahwa Buleleng ini seperti itu. Harus ada terobosan-terobosan yang dilakukan,” ujarnya.
Sugawa Korry yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali ini mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu dalam sikap dan pikiran untuk membangun Buleleng. Memperbaiki kelemahan yang ada dengan tidak menyalahkan pihak manapun melainkan bersama-sama membangun SDM yang unggul.
Ditegaskan juga, pemerintah wajib memberi dukungan yang berkeadilan dan mendorong investasi skala besar untuk hadir di Buleleng. “Marilah kita bersama-sama ada dalam satu sikap, pikiran, dan perbuatan untuk membangun Buleleng. Kita harus perbaiki kelemahan yang ada. Kita harus memperbaiki keadaan ini,” tandasnya. (bs)

