BULELENG – Keberadaan drone di Buleleng kini tidak lagi menjadi hal yang langka. Sering kita jumpai di berbagai tempat, seperti di daerah tujuan wisata (DTW), di pantai, di bukit bahkan di seputaran kota Singaraja. Masyarakat mengenal benda berkamera yang terbang dengan remote control ini adalah sebuah drone.
Namun, drone ini sedikit berbeda. Mereka yang menjadi pilot atau pengendali drone ini menggunakan goggles atau kaca mata khusus. Penasaran akan geliat komunitas drone ini di Buleleng, Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng mengulas tuntas apa-apa saja yang telah dihasilkan dari sebuah komunitas drone dalam acara podcast Bincang Komunikasi (B-KOM), Selasa (30/1/2024).
Komunitas ini bernama Buleleng First Person View (FPV) Drone. Made Sunarya yang merupakan anggota FPV menerangkan bahwa perbedaan FPV drone dan drone secara umum terletak pada penambahan perangkat goggles FPV yang dipakai langsung oleh pilot ketika menerbangkan FPV drone. “Kalau drone biasa itu hanya pakai remote dan perangkat HP untuk melihat ke mana drone terbang. Beda dengan FPV yang pilotnya merasakan langsung sensasi terbang melalui goggles FPV,” terang Made Sunarya.
Terbentuknya komunitas Buleleng FPV bermula dari berkumpulnya orang-orang se-hobi menggunakan drone FPV secara spontanitas, baik itu dari fotografer dan juga dari videografer di Buleleng. Made Sunarya menerangkan, jumlah anggota komunitas Buleleng FPV kurang lebih sebanyak 26 orang dari berbagai kalangan dan jenjang usia. Tidak ada syarat usia untuk ikut bergabung dalam komunitas, cukup dengan memiliki FPV drone, maka sudah bisa bergabung dalam komunitas.
Selama perjalanannya, anggota Buleleng FPV dalan kegiatan rutinitas yang hanya sekadar menyalurkan hobi, kini sudah banyak yang mampu menghasilkan cuan atau rupiah dari jasa-jasa videografer wedding dan acara-acara atau event lainnya. “Hobi kami ini mulai menghasilkan cuan, itu bisa kami dapatkan berkat latihan berbulan-bulan pengambilan footage (video) melalui Kopdar bersama anggota,” terang Made Sunarya.
Ditambahkan, eksistensi Buleleng FPV juga telah mampu memikat komite olahraga dan telah meresmikan drone race (F9U) yang dinaungi FASI dalam cabang olahraga di bawah naungan KONI Buleleng. Hasilnya pun luar biasa, Buleleng FPV sukses mencetak atlet-atlet berprestasi, bahkan kabarnya salah satu atlet maju dalam pekan olahraga nasional PON tahun 2024.
Made Sunarya meyakini secara bertahap Buleleng FPV nantinya akan mampu mencetak lebih banyak lagi atlet-atlet berprestasi demi mengharumkan nama Buleleng di kancah Nasional.
Disinggung terkait cara bergabung dalam komunitas, pihaknya menerangkan Buleleng FPV sangat terbuka kepada semua masyarakat Buleleng. Tidak perlu melakukan pendaftaran apalagi syarat-syarat yang berbelit. “Kami punya akun medsos untuk komunitas, nanti tinggal hubungi saja kami di instagram. Sekadar tanya-tanya boleh, ikut berbagung juga sangat diperbolehkan. Kami sangat welcome, dan kami akan ajarkan sampai bisa,” pungkasnya. (bs)

