- Esai Dr. Surayanah *)
PENDIDIKAN memainkan peran yang sangat penting dalam membentuk masa depan sebuah bangsa. Pendidikan yang berkualitas adalah salah satu pilar utama dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa menuju Indonesia emas pada tahun 2045.
Indonesia emas 2045 merupakan impian besar bangsa Indonesia untuk mencapai kemajuan. Generasi muda akan menjadi tulang punggung bangsa, pemimpin masa depan, dan penentu arah kemajuan negara. Oleh karena itu, generasi penerus bangsa perlu dipersiapkan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Pendidikan berkualitas tidak hanya sebatas memberikan pengetahuan akademik kepada generasi muda, tetapi juga melibatkan pengembangan keterampilan, sikap, dan karakter yang kuat. Melalui pendidikan berkualitas, generasi muda akan dilengkapi dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif yang diperlukan untuk menghadapi segala tantangan di era globalisasi.
Dalam mewujudkan pendidikan berkualitas untuk mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas tahun 2045, masih terdapat berbagai tantangan yang perlu diatasi. Beberapa tantangan tersebut meliputi kurangnya pemerataan dan minimnya kompetensi guru, sarana prasarana pendidikan yang belum memadai, serta masih rendahnya penanaman pendidikan karakter di sekolah.
Tantangan-tantangan tersebut harus segera dibenahi dan diatasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang akan mampu mendorong Indonesia menjadi negara yang maju serta menciptakan Indonesia emas sesuai cita-cita bangsa Indonesia dari masa ke masa.
Tantangan pertama yaitu kurangnya pemerataan dan minimnya kompetensi guru di Indonesia. Beberapa daerah, terutama di daerah pedesaan dan terpencil, sering menghadapi masalah yakni kekurangan guru yang berkualitas. Hal ini dapat mengakibatkan ketimpangan pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan.
Siswa di daerah-daerah yang kekurangan guru tidak mendapatkan pendidikan yang sama baiknya dibandingkan dengan siswa di daerah lain yang mempunyai jumlah guru memadai. Biasanya di sekolah yang masih kekurangan jumlah guru, guru akan mempunyai tugas lebih banyak atau mempunyai tugas ganda. Banyaknya tugas guru tersebut tentunya akan menghambat proses pembelajaran.
Selain itu, kompetensi yang dimiliki oleh guru di Indonesia masih minim, hal tersebut dibuktikan dengan masih banyaknya guru yang belum mampu menerapkan model dan metode pembelajaran dengan tepat, belum mampu mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif, serta masih minimnya keterampilan guru dalam penggunaan teknologi. Ketidakmerataan guru dan minimnya kompetensi guru harus segera diatasi karena hal tersebut dapat membuat proses pembelajaran kurang efektif.
Kedua, sarana dan prasarana sekolah yang belum memadai. Masih banyak sekolah-sekolah di Indonesia, terutama di daerah pedesaan yang belum mempunyai sarana dan prasarana memadai untuk menunjang proses pembelajaran. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan masih banyaknya sekolah yang memiliki jumlah buku terbatas dan ruang kelas terbatas, mempunyai papan tulis yang kurang layak pakai, belum memiliki perpustakaan, lapangan sekolah, LCD proyektor, dan lain sebagainya.
Sarana dan prasarana sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran. Dengan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai siswa dapat belajar dengan lebih mudah dan efektif, sebaliknya sarana prasarana yang kurang memadai akan menghambat proses pembelajaran yang akan berdampak pada hasil belajar siswa. Sarana dan prasarana pendidikan yang memadai sangat diperlukan untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan.
Ketiga, masih rendahnya penanaman pendidikan karakter pada siswa. Sistem pendidikan yang terlalu memprioritaskan peningkatan prestasi akademik sering kali mengesampingkan pembelajaran nilai-nilai karakter. Hal tersebut dapat membuat siswa kurang mendapatkan pengajaran mengenai pentingnya memiliki karakter yang baik.
Masih banyak siswa Indonesia terutama siswa sekolah dasar yang memiliki karakter kurang baik. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan masih cukup sering ditemui siswa yang datang terlambat, suka berbohong, mengejek, mencuri, tidak bertanggung jawab, dan lain sebagainya. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya penanaman pendidikan karakter dalam diri siswa. Pendidikan karakter sangat penting bagi siswa untuk membentuk siswa berperilaku positif yang sangat berguna untuk menjalani kehidupan dan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Terdapat beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam mengatasi ketidakmerataan guru, pemerintah dapat mengadakan program untuk pemerataan guru yang disertai dengan insentif dan tunjangan kepada guru yang bekerja di daerah terpencil atau sulit dijangkau. Hal ini dapat mencakup tunjangan khusus, tunjangan perumahan, fasilitas kesehatan, atau bonus keuangan lainnya. Insentif semacam ini dapat membantu menarik minat guru-guru yang berkualitas untuk mengajar di daerah yang terpencil.
Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru, guru dapat mengikuti kegiatan pelatihan dan profesional guru secara berkala. Pelatihan tersebut dapat meliputi tentang penerapan kurikulum, metode pengajaran inovatif, penggunaan teknologi dalam pembelajaran, dan peningkatan keterampilan interpersonal. Institusi pendidikan dan pemerintah dapat bekerja sama untuk menyediakan pelatihan yang relevan dan efektif guna membantu meningkatkan kualitas guru.
Dalam mengatasi sarana dan prasarana yang kurang memadai, pemerintah perlu meningkatkan alokasi anggaran untuk sektor pendidikan guna menyediakan ataupun memperbaiki sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Dengan mengalokasikan dana yang cukup, sekolah dapat memperbaiki fasilitas yang rusak.
Selain itu, pemerintah juga dapat melibatkan masyarakat dan sektor swasta dalam memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan. Masyarakat dan perusahaan swasta dapat memberikan sumbangan atau sponsor untuk pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan.
Rendahnya pendidikan karakter dalam diri siswa, dapat diatasi dengan cara memberikan pembiasaan dan contoh perilaku dan karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Guru dan orang tua harus memperlihatkan sikap dan perilaku yang positif dalam kehidupan sehari-hari, seperti integritas, empati, dan tanggung jawab.
Siswa perlu diberi contoh konkret tentang bagaimana nilai-nilai pendidikan karakter diterapkan dalam kehidupan nyata. Guru juga dapat menanamkan pendidikan karakter yang terintegrasi dengan mata pelajaran. Selain itu, guru juga dapat mengikuti pelatihan dan pengembangan profesional yang memperkuat kemampuan mereka dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter kepada siswa.
Solusi di atas dapat dilakukan untuk mengatasi tantangan dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan adanya pendidikan berkualitas, Indonesia dapat membangun generasi yang memiliki keterampilan, pengetahuan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan.
Diharapkan kerjasama dari berbagai pihak baik dari pemerintah, guru, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas untuk mempersiapkan generasi bangsa menuju Indonesia emas. Bersama-sama, kita dapat membentuk generasi yang akan menjadi tulang punggung pembangunan Indonesia dan menjadikan Indonesia Emas tahun 2045 sebuah kenyataan yang gemilang. []
*) Penulis adalah Dosen Universitas Negeri Malang

