BULELENG – Madrasah perlu membuat program untuk meningkatkan literasi pada aspek empat. Yaitu aspek membaca, numerasi, sains dan juga sosial budaya.
Hal itu diungkapkan Instruktur Visitasi Madrasah, Muhammad Qosim, S.Pd.SD., saat melakukan visitasi di MAN Karangasem, 14 November 2023.
Dalam kunjungannya, Qosim disambut oleh Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Lani Mega Safitri, S.Pd.Si., M.Pd. Kunjungan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Asesmen Kompetensi Madrash Indonesia (AKMI) yang sudah dilaksanakan di MAN Karangasem pada Oktober 2023 lalu.
Kehadiran Muhammad Qosim, S.Pd.SD yang didampingi oleh Kasi Pendis Kemenag Karangasem, Isyatir Radiyah, S.Ag beserta jajaran yang dikhususkan pada fungsi, tujuan dan pentingnya tindak lanjut AKMI di madrasah.
Pada kunjungan kali ini, Qosim berkesempatan berkeliling ke beberapa lokasi di MAN Karangasem. Di antaranya melihat pembelajaran secara langsung di kelas dan di lab komputer dan juga mengunjungi perpustakaan untuk melihat koleksi literasi madrasah.
“Madrasah perlu membuat program untuk meningkatkan literasi pada aspek empat, yaitu aspek membaca, numerasi, sains dan juga sosial budaya,” ujarnya.
Qosim yang juga Kepala MIN 2 Buleleng ini telah sukses menyelesaikan tugas Monitoring Visitasi Madrasah sebagai tindak lanjut hasil AKMI tahun 2023, berdasarkan surat tugas dari Ketua PMU MEQR Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
Pelaksanaan visitasi dilakukan selama dua pekan terakhir, dalam rentang waktu dari tanggal 6 s.d. 18 November 2023. Madrasah yang menjadi sasaran visitasi yaitu MAN Karangasem, MAN 1 Jembrana, MAN 2 Jembrana, MA Al Karomah Jembrana, MA Diponegoro Klungkung, MA At Taufiq Buleleng.
“Visitasi berjalan dengan baik dan lancar diterima dengan hangat oleh kepala madrasah dan guru-guru yang telah mendapatkan Bimtek tindak lanjut hasil AKMI serta guru dan siswa pada madrasah sasaran tersebut,” kata Qosim.
Dikatakan, pihaknya selaku visitor melakukan wawancara langsung dengan kepala madrasah, para guru dan siswa. Serta melihat dan memantau langsung kondisi perpustakaan, pojok baca, slogan-slogan sebagai penunjang pengembangan literasi di madrasah.
“Visitasi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memonitoring madrasah pelaksana AKMI dalam melakukan tindak lanjut dari hasil AKMI tersebut, terutama dalam peningkatan literasi madrasah dalam 4 komponen yaitu literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains, dan literasi sosial budaya,” jelasnya.
Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) merupakan penilaian kompetensi mendasar terhadap seluruh murid madrasah jenjang MI, MTs dan MA sebagai alat ukur untuk mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat.
AKMI sebagai test diagnostik untuk mengukur kekuatan dan kelemahan peserta didik madrasah. Hasil pengukuran tersebut selanjutnya digunakan dasar menyusun rancangan untuk memperbaiki layanan pendidikan yang dibutuhkan peserta didik seperti bahan pemetaan dan intervensi kebijakan pemerintah.
Terakhir visitasi dilaksanakan di MAN 1 Jembrana pada 16 November 2023 didampingi oleh Tim KSKK Kanwil Kemenag Provinsi Bali. (bs)

