- Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama di Perguruan Muhammadiyah Singaraja
BULELENG – Empat organisasi siswa Muslim di Kabupaten Buleleng menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama di Perguruan Muhammadiyah Singaraja, Sabtu (15/4/2023). Keempat organisasi yang yang tergabung dalam Poros Pelajar tersebut yakni PD Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Buleleng, PD Pelajar Islam Indonesia (PII) Buleleng, PC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Buleleng, dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Buleleng.
Ketua Umum PD IPM Buleleng, Syekhan Hikmat Fahrezi, menyampaikan rasa syukurnya karena dapat mempertemukan empat organisasi pelajar yang ada di Buleleng.
“Alhamdulillah, hari ini bisa terwujud prtemuan 4 OKP besar di Kabupaten Buleleng. Bisa duduk bareng dalam rangka silaturrahmi. Senang rasanya mewakili PD IPM Buleleng dapat berkesempatan untuk menjadi tuan rumah pada kegiatan ini,” kata Syekhan.
Ia berharap, dengan adanya pertemuan seperti ini bisa menambah rasa ukhuwah dan untuk saling kenal terlebih dahulu. “Semoga kegiatan seperti ini bisa berlanjut nantinya hingga terbentuknya agenda pergerakan,” ujar mantan Ketua PR IPM SMA Muhammadiyah 2 Singaraja ini.
Sedangkan Ketua Umum PC IPPNU Buleleng yang diwakili Bendahara PC IPNU Buleleng, Elen, mengharapkan kedepannya Poros Pelajar ini bisa terbentuk dan memberikan manfaat bagi pelajar yang ada di Buleleng. Poros Pelajar ini nanti diharapkan bisa menjadi wadah alternatif bagaimana bisa memecahkan problematika pendidikan yang ada di kabupaten Buleleng.
“Saya harap nantinya dari 4 organisasi yang tergabung dalam Poros Pelajar bersama-sama bergerak memberikan kontribusi buat pendidikan yang ada di Kabupaten Buleleng,” ujarnya.
Ia menyampaikan yang sangat menarik bagi anggota 4 organisasi siswa tersebut. “Jangan menunggu motivasi untuk bergerak, tapi bergeraklah, motivasi akan datang dengan sendirinya,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua PD PII Buleleng, Fachril Afnizar, menyampaikan, terbentuknya Poros Pelajar merupakan bentuk kepedulian Bersama, sekaligus solusi dari keresahan sebagai aktivis yang bergerak dalam bidang pendidikan terhadap kondisi pelajar. Sebab, pelajar saat ini semakin mengalami degradasi moral.
Kegiatan yang diadakan untuk pertama kalinya di Kompleks Perguruan Muhammadiyah ini diharapkan secara estafet akan dilanjutkan di berbagai tempat di Kabupaten Buleleng. Di penghujung acara, dilaksanakan berbuka puasa bersama ditemani dengan hidangan ifthar makanan dan minuman yang diakhir dengan mengabadikan momen dengan foto bersama. (bs)

