Dewan Masjid/Musholla Kampung Kajanan Singaraja Gelar Buka Puasa Bersama Para Tokoh

BULELENG – Dewan Masjid/Musholla Kampung Kajanan Singaraja menggelar buka puasa bersama para tokoh di Masjid Kuna Keramat Singaraja, Kamis (30/3/2023).

Sejumlah pimpinan ormas Islam dan tokoh agama hadir dalam acara tersebut, seperti Ketua MUI Buleleng, HB Ali Musthofa, Ketua DMI Buleleng, H. Hamdani Sanusi, Penasehat MUI Buleleng/tokoh Kampung Kajanan, H. Abdurahman Said, Lc., Ketua Muhammadiyah Buleleng, M. Ali Susanto, Pejabat dari Kemenag Buleleng, H. Imam Syafi’I, sesepuh Kampung Kajanan H. Abdurahman Alawi, Ustadz H. Ahmad Ghazali, anggota FPSI Buleleng, Ketut Muhammad Suharto, dan tokoh-tokoh lainnya, serta dari perwakilan TNI/Polri.  

Ketua Takmir Masjid Kuna Keramat Singaraja, Muhamad Hisam, menjelaskan, buka puasa bersama tersebut merupakan kegiatan silaturahmi dari Dewan Masjid/Musholla (DMM) Kampung Kajanan, yakni Masjid Agung Jami’, Masjid Kuna Keramat, Masjid Nurul Amin, Masjid Baiturahmah, Masjid Ar Rasyid, dan Musholla Al Mustaqim.

Silaturahmi tersebut diharapkan memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan. “Semoga kegiatan bermanfaat bagi kita,” katanya.

Sementara tokoh Kampung Kajanan, H. Abdurahman Said, Lc., dalam sambutan berharap, Kampung Kajanan menjadi kampung yang benar-benar punya kualitas. Oleh karena itu, upaya ke arah itu harus dilakukan.

Menurutnya, ke depan, tantangan bagi generasi Kampung Kajanan akan semakin berat. “Kita ingin generasi Kampung Kajanan ke depan menjadi generasi yang kuat, bukan generasi yang lemah. Generasi yang punya akhlak Qur’ani,” ujarnya.

H. Abdurahman Said menjelaskan, akhlak itu ada macam, yakni akhlak yang diturunkan dari orang tuanya, seperti watak, karakter, dan kepribadian, dan akhlak yang dibuat, diformat, dan diusahakan agar terbentuk generasi yang bagus.

Karena itu, harus ada wadah untuk membentuk akhlak generasi masa depan Kampung Kajanan. “Maka kita doakan mudah-mudahan kalau kita dapat tanah wakaf yang di depan masjid ini, untuk membuat tempat anak-anak menghafal Al Quran. Sehingga anak-anak kita yang sekarang belajar di pondok, begitu pulang ada tempat untuk mengajar anak-anak kita untuk menjadi generasi Qur’ani,” jelasnya.

Ia menegaskan, wakaf yang sekarang ditempati SD Kampung Kajanan nanti bukan untuk dijadikan kos-kosan. “Ini untuk masjid. Untuk perluasan masjid dan keperluan masjid. Untuk tempat menghafal Alqur’an. Bagaimana anak-anak kita nanti bisa jadi imam kalau dia tidak hafal Alqur’an,” kata H. Abdurahman Said.

Menurutnya, harus ada generasi yang dipersiapkan dan harus ada fasilitasi. “Mudah-mudahan Kampung Kajanan ini punya cita-cita yang tinggi. Jangan sampai ada kesan anak-anak Kampung Kajanan ini murakbal. Anak-anak Kampung Kajanan harus dikenal oleh penduduk langut. Itu bisa kalau mereka punya akhlak Alqur’an,” tandasnya.

Sementara dalam tausyiahnya, Ketua Umum MUI Buleleng, HB Ali Musthofa, juga menyampaikan hal senada dengan H. Abdurahmad Said. “Kampung Kajanan punya motyto dan ciys-cita menjadi Kampung Ulama. Kampung ulama itu tidak gampang. Kalau memutuskan untuk menjadi kampung ulama harus ada usaha untuk untuk mewujudkan hal itu,” katanya.

Ia sepakat dengan H. Abdurahman Said, bahwa harus ada tempat untuk menghafal Alqu’an. “Anak-anak yang sudah hafal Alqur’an dan hadist tadi harus terus dipupuk,” ujarnya.

Karena itu, di Masjid Kuna Keramat, harus ada pesantren tahfid. “Itu bagian ikhtiar kita. Kalau itu tidak lakukan dan hanya ngomong-gomong ingin menjadi kampung ulama, tidak akan berhasil,” paparnya.

Acara buka puasa bersama diisi dengan hafalan Alqur’an dan hadist oleh anak-anak Kampung Kajanan. Acara ditutup dengan doa oleh Ustadz H. Ahmad Ghazali, dilanjutkan berbuka bersama.  (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *