Kasus Pengeroyokan di Kubutambahan Diselesaikan Melalui Restorative Justice

BULELENG – Kasus pengeroyokan di Desa Kubutambahan Sabtu (17/12/2022) diselesaikan melalui restorative justice (RJ). Korban pengeroyokan dan yang melakukan pengeroyokan sepakat untuk berdamai.

Kasus pengeroyokan terjadi Banjar Dinas Banding, Desa Kubutambahan, tepatnya di SMK Negeri I Kubutambahan, Sabtu, 17 Desember 2022 lalu. Yang menjadi korban dalam kasus pengeroyokan tersebut, yakni Januaryo Sakti Ximenes (23) dan Armindo Raids Tegar Ximenes (19) yang beralamat di Banjar Dinas Kanginan, Desa Kubutambahan.

Pengeroyoknya sebanyak 5 pemuda, 3 orang sudah dewasa yakni Komang Sukredana (19), Gede Satria (21), dan Kadek Subaktiyasa (26). Mereka sempat diamankan selama proses penyidikan hampir 20 hari dan ditempatkan di Rutan Polsek Kubutambahan.

Sedangkan dua orang pelaku yang belum dewasa, satu pelaku sebut saja namanya Kadek (17) dan Putu (16). Keduanya tidak dilakukan upaya paksa karena masih anak-anak. Penanganannya diserahkan ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng.

Pengeroyokan yang dialami para korban berawal saat Armindo Raids Tegar Ximenes sedang parkir motor di halaman SMKN 1 Kubutambahan. Ia kemudian ditabrak dari belakang. Setelah ditegur, para pelaku tidak terima. Mereka menendang korban yang mengakibatkan korban kesakitan pada pipi kanan dan luka lecet pada kaki kiri. Korban lantas menelpon kakaknya, yaitu Januaryo Sakti Ximenes untuk datang.

Sampai di tempat kejadian, kakak korban yakni Januaryo Sakti Ximenes, langsung dipukul, ditendang dan diseret oleh para pelaku yang mengakibatkan korban mengalami luka di pipi bagian kanan, luka lecet pada siku kanan dan luka lecet pada kedua kaki.

Dalam proses penyidikan, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut cukup sampai di tingkat penyidikan. Kedua belah pihak kemudian bersama-sama mengajukan permohonan kepada penyidik dan Kapolsek Kubutambahan AKP Ketut Suparta, S.H., M.H., untuk menyelesaikan permasalahan tersebut melalui restorative justice.

“Atas dasar permintaan kedua belah pihak yang didasari dengan surat pernyataan perdamaian, pencabutan laporan pengaduan yang diketahui pejabat perbekel dan juga unsur-unsur lain, maka terhadap peristiwa tersebut dapat diselesaikan melalui restorative justice,” kata Kapolsek Kubutambahan, AKP Ketut Suparta.  

Menurut Kapolsek, karena kasus ini telah dilakukan penyelesaian melalui restorative justice, maka kewajiban penyidik untuk tidak lagi melakukan pengamanan terhadap para pelaku. Dan kasusnya dihentikan dengan menerbitkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan). (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *