Dr. Gede Suardana, Anak Panti Asuhan yang Meretas Mimpi Jadi Senator

KOMPETISI DPD RI Pemilu 2024 Daerah Pemilihan (Dapil) Bali kedatangan kandidat pendatang baru. Tokoh muda Bali, Dr. Gede Suardana, yang semasa kecil pernah tinggal di panti asuhan kini meretas mimpi menjadi anggota DPD RI.

Tokoh muda Bali usia 43 asal Buleleng, Bali ini aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan dan lingkungan, seperti Waketum DPP Persadha Nusantara (aktif), Forum Alumni KMHDI Bali, dan Koodinator Biopori Buleleng (pegiat lingkungan).

Suardana anak kesembilan dari 11 bersaudara yang pernah menetap di panti asuhan semasa kecil berhasil meraih gelar doktor di Unud pada tahun 2018. Ia kini menjadi pengajar di Undiknas. Lulusan sarjana (S1) Undiksha tahun 2002 ini sukses menjabat sebagai Ketua KPU Buleleng periode 2013-2018.

Anak seorang pedagang di Pasar Seririt ini juga memiliki jiwa entreprenuer dengan usaha retail (ukm) yang telah sukses berjalan 10 tahun di Singaraja. Kini ia aktif memberikan workshop selling, marketing, dan branding yang benar ke UMKM.

Aktivitas sosial kemasyarakatan yang dilakukan adalah melakukan advokasi, membela dan membebaskan warga adat Sudaji yang ditetapkan sebagai tersangka pada masa pandemi Covid-19. Memperjuangkan SMA Bali Mandara agar tetap dibuka untuk anak-anak miskin di Bali, serta ia juga pihak melaporkan kasus penghinaan agama Hindu oleh Desak Darmawati ke Polda Bali. Suardana yang banyak menginspirasi anak-anak muda di Bali juga menekuni aktivitas sosial, politik, ekonomi, dan keagamaan.

Dengan pengalaman tersebut, berbekal tekad dan semangat menghadirkan tradisi politik ide dan gagasan di Bali, ia ikut dalam konstestasi DPD RI 2024.

Targetnya tidak muluk-muluk, dengan adanya para tokoh politik senior dan incumbent DPD RI sebagai calon, ia berharap masuk menjadi salah satu dari empat besar senator terpilih nantinya.

“Saya lihat banyak sekali tokoh tokoh hebat yang ikut serta, maka target politik saya tidak muluk-muluk. Semoga bisa menjadi satu dari keempat calon DPD RI dari Dapil Bali,” kata mantan jurnalis ini. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *