Kelompok Nelayan Dilarang Bangun Sekretariat, Diselesaikan dengan Sipandu Beradat

BULELENG – Kelompok Nelayan “Segara Sari” yang dikoordinir Kadek Angga, dan kawan-kawannya membangun kantor sekretariat di pesisir pantai Desa Sangsit. Namun, mereka ditegur dan dilarang oleh Ketut Sutama (64) pada 21 September 2022. Sebab, menurut Sutama, lahan tersebut merupakan telajakan sawahnya.

Masalah larangan itu, dilaporkan Kelompok Nelayan “Segara Sari” ke Perbekel Desa Sangsit untuk dapat diselesaikan.

Menanggapi laporan dari kelompok nelayan, Perbekel Desa Sangsit, Putu Arya Suyasa, melakukan pertemuan dengan semua komponen yang ada pada forum Sipandu Beradat. Pertemuan itu untuk mempertemukan kedua belah pihak, yakni kelompok nelayan “Segara sari” dan Ketut Sutana.

Pada yang dilaksanakan pada Senin, 26 September 2022, pukul 11.00 Wita, komponen yang ada pada forum Sipandu Beradat, yakni Perbekel Desa Sangsit Putu Arya Suyasa, Bhabinkamtibmas Desa Sangsit Aipda Wayan Sugianta, Kelian Banjar Dinas Beji dan Kelian Banjar Dinas Tegal. Kedua belah pihak dipertemukan di kantor Perbekel Desa Sangsit.

Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa tanah yang akan dipergunakan untuk membuat sekretariat kelompok nelayan merupakan tanah negara yang sebelumnya bekas kuburan orang sakit. Bilamana masyarakat ingin memanfaatkan lahan tersebut, seyogyanya atas seijin kelian desa adat dan Perbekel Desa Sangsit. Bangunannya pun tidak diperkenankan membangun secara permanen, mengingat kawasan tersebut merupakan daerah sempadan pantai.

Setelah mendapatkan penjelasan dari perbekel, kemudian disepakati oleh kedua belah pihak. Dengan kesepakatan, kelompok nelayan dapat membangun sekretariat secara tidak permanen, dan tidak mengganggu serta tidak melewati batas tanah sawah milik Ketut Sutana. Ada jarak antara bangunan dan sawah sehingga ada akses masuk ke sawah milik Sutana.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, akhirnya permasalahan yang terjadi antara kelompok nelayan dengan Ketut Sulana dapat diselesaikan melalui forum Sipandu Beradat. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *