BULELENG – Untuk mematangkan semangat atlet Buleleng dalam meraih emas di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV Tahun 2022, KONI Buleleng akan ‘membekali’ mereka dengan aspek psikologis. Kematangan atlet dibutuhkan agar tagline ‘Small is Gold’ yang digaungkan benar-benar menjadi spirit atlet meraih emas.
Spirit ‘Small is Gold’ yang menjadi nafas baru KONI Buleleng dibawah nakhoda I Ketut Wiratmaja, itu juga memeras kemampuan patriot olahraga di Gumi Panji Sakti. Tak hanya mengandalkan fisik, dalam hajatan Porprov Bali, KONI Buleleng memasang sejumlah parameter untuk memoles atlet benar-benar ‘jadi’, termasuk aspek psikologisnya.
KONI Buleleng telah dilakukan lawatan ke Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Undiksha untuk menjalin kerjasama berkaitan dengan persiapan seleksi tim definitif Buleleng. Wiratmaja mengatakan, dalam menyukseskan ajang bergengsi itu, KONI perlu mengukur tak hanya kemampuan fisik, namun aspek psikologis juga menjadi pelengkap atlet mengantongi tiket Porprov.
“Melalui tes ini kami ingin mengetahui bagaimana sporting spirit, dan fighting spirit mereka dalam menghadapi Porprov Bali mendatang. Kami akan menata kembali, dalam memanfaatkan tes psikologis ini sebagai salah satu parameter atlet-atlet kami yang akan berangkat,” ujarnya, Jumat (19/8/2022).
“Tes akan dilakukan bulan September sebelum Porprov. Bukan tes final tapi untuk saat ini masih bersikap pelengkap karena atlet sudah definitif. Dua tahun kedepan baru akan jadi parameter penentu,” tegas Wiratmaja.
Pada kesempatan yang sama, KONI memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan di Fakultas Ilmu Pendidikan karena telah ikut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini sebagai bentuk jalinan kerjasama.
Sementara, menerima lawatan rombongan KONI Buleleng, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha, Prof. Dr. I Ketut Gading, M.Psi., memastikan FIP bakal ambil bagian penuh untuk berkontribusi mendukung pesta olahraga tingkat provinsi yang akan dihelat.
Ia berharap dengan dilaksanakannya tes psikologis, atlet-atlet yang dipersiapkan untuk mewakili Buleleng dalam Proprov nanti memiliki kesiapan mental yang baik. Dalam waktu dekat, FIP akan menunjuk akademisi yang memiliki kompetensi di bidang psikolog untuk membantu pelaksanaan tes tersebut.
“Kami bentuk tim, apabila tes ini nantinya berhasil, mudah-mudahan dilirik oleh KONI di kabupaten/kota lainnya, bahkan di tingkat provinsi, sehingga kita bisa membantu KONI dalam melakukan seleksi atlet,” tandasnya. (bs)

