Giliran Rumah Ketua LPD Anturan Digeledah Kejari Buleleng

  • Penggeledahan Disaksikan Istri dan Kepala Desa Anturan

BULELENG – Upaya penggeledahan lanjutan dilaksanakan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng pada Selasa (9/8/2022) di rumah tersangka Nyoman Arta Wirawan (NAW), Ketua LPD Anturan. Penggeledahan menurunkan 10 orang tim Kejari Buleleng dan dilaksanakan atas seizin dari pemilik rumah dalam hal ini, istri tersangka NAW.

Menurut Kasi Intelijen sekaligus Humas Kejari Buleleng, Anak Agung Ngurah Jayalantara, SH, MH, penggeledahan juga disaksikan oleh Perbekel Desa Anturan, Kelian Adat Desa Anturan, Bhabinkantibmas Desa Anturan.

“Penggeledahan yang berlangsung dari pukul 15.00 Wita berhasil mengamankan 4 buah dokumen berupa kwitansi jual beli tanah, berita acara paruman, berita acara penunjukan desa adat dan berita acara terkait hak dan kewajiban pengurus LPD Anturan. Penggeledahan yang berlangsung 2 jam berjalan dengan lancar yang selanjutnya dilakukan penyitaan terhadap dokumen yang ditemukan tersebut,” papar Gung Jayalantara.

Sebelumnya di hari yang sama, kata dia, sekitar pukul 10.00 Wita, penyidik pada Kejaksaan Negeri Buleleng menerima kedatangan dari 8 orang pengurus dengan inisial S, PS, PA, GA, KD, AS, PS dan KR, yang bertujuan untuk mengembalikan uang reward kapling tanah LPD Desa Adat Anturan serta menyerahkan bukti polis asuransi Jiwasraya mereka masing-masing.

Dijelaskan, adapun 6 orang yang menyerahkan uang reward kapling tanah LPD Desa Adat Anturan kepada penyidik Kejari Buleleng masing-masing sebesar Rp 10.000.000 sehingga jumlah total sebesar Rp 60.000.000 kepada penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng. Kemudian dua orang (atas nama PS dan KR) menggembalikan uang reward dari keuntungan kapling tanah LPD Desa Adat Anturan secara mencicil sebesar Rp 1.750.000 dan sebesar Rp 1.000.000 kepada penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng.

“Sedangkan sisa tunggakan mereka yang nilainya mencapai Rp 30.000.000-an akan dibayarkan dengan cara mencicil dan berjanji akan kembalikan sesegera mungkin kepada Penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng,” kata Gung Jayalantara.

Selain mengembalikan uang reward kapling tanah mereka juga menyerahkan bukti polis asuransi Jiwasraya yang diakui dibayar oleh LPD Anturan. Polis asuransi Jiwasraya tersebut sudah direstrukturisasi karena permasalahan perusahaan Jiwasraya di pusat sehingga polis asuransi mereka yang terbayarkan dari uang LPD Anturan akan dicairkan secara berahap selama 4 kali sampai dengan tahun 2025. Polis asuransi tersebut juga disita oleh tim penyidik sebagai barang bukti dalam berkas perkara.

“Hingga sampai saat ini jumlah uang tunai yang sudah berhasil disita dari pengembalian uang reward adalah Rp 547.750.000. Sedangkan pengembalian uang reward dalam bentuk tanah (SHM) terdapat 4 SHM (yang luasnya mencapai lebih dari 600 m2) disita. Dan jika dikalkulasikan dengan nilai uang reward maka nilainya sebesar Rp 620.000.000, sehingga kalau dijumlahkan hasil sitaan dari pengembalian uang reward kavling tanah oleh pengurus nilainya mencapai Rp 1.167.750.000,” ungkapnya.

Gung Jayalantara menegaskan, upaya penyidik Kejari Buleleng masih terus berkoordinasi dengan para pihak yang menerima uang reward hasil kapling tanah agar sesegera mungkin mengembalikan uang yang bukan menjadi haknya guna optimalisasi asset recovery LPD Anturan. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *