Bhabinkamtibmas Diberi Peran Menyelesaikan Kasus Ringan dengan Sipandu Beradat

BULELENG – Salah satu peran dan fungsi Bhabinkamtibmas dalam melaksanaan tugasnya di desa binaannya selalu memberikan imbauan kamtibmas. Juga diperlukan peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban dan keharmonisan dalam pergaulan sehingga tercipta rasa aman dan nyaman dalam kehidupan sosial di masyarakat.

Setiap adanya pemasalahan di desa binaan, seyogyanya Bhabinkamtibmas mengetahuinya sehingga dapat dicarikan solusi dan pemecahan yang terbaik bagi kedua belah pihak. Seperti halnya Bhabinkamtibmas Desa Bubunan, Aipda I Made Subagiasa, saat menangani permasalahan salah satu warganya yang menuduh seseorang telah melakukan perbuatan pidana sehingga dapat mencemarkan nama baik yang dituduh. Untungnya, hal itu segera mendapatkan penanganan dini oleh Bhabinkamtibmas.

Penanganan masalah yang dilakukan Bhabinkamtibmas dengan melibatkan aparat desa baik perbekel dan kelian dinas, tokoh masyarakat lainnya dan Babinsa, bersama-sama memberikan jalan yang terbaik bagi permasalahan tersebut.

Pada hari Jumat (5/8/2022), Bhabinkamtibmas Desa Bubunan, Aipda I Made Subagiasa, memanggil warga yang terlibat masalah, yaitu Ketut Wajib Yasa dan Ketut Ari Lauttama yang dituduh oleh Nyoman Suadnyana alias Kepret dan Komang Very Nusantara telah melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Tuduhan itu dapat mencemarkan nama baik Ketut Wajib Yasa dan Ketut Ari Lauttama. Mereka dipanggil untuk datang ke kantor Perbekel Bubunan untuk dipertemukan dengan tujuan mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak.

Penyelesaian masalah yang dialami kedua belah pihak tersebut dilakukan dengan Sipandu Beradat (Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat). Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 26 Tahun 2020.

Setelah diberikan pemahaman hukum terhadap Nyoman Suadnyana alias Kepret dan Komang Very Nusantara yang telah menuduh seseorang melakukan perbuatan pidana tanpa bukti merupakan pencemaran nama baik karena ada aturan hukumnya yang mengatur tentang hal itu. Nyoman Suadnyana alias Kepret dan Komang Very Nusantara menyadari kekeliruannya, dan meminta maaf kepada Ketut Wajib Yasa dan Ketut Ari Lauttama.

Karena adanya permintaan maaf dari Nyoman Suadnyana alias Kepret dan Komang Very Nusantara, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya, pihak korban memaafkannya. Akhirnya permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara musyawarah mufakat dengan membuat pernyataan perdamaian yang ditandatangani kedua belah pihak dan diketahui aparat desa setempat serta yang terkait dalam Sipandu Beradat.

Bhabinkamtibmas Desa Bubunan, Aipda I Made Subagiasa, seizin Kapolsek Seririt, AKP Made Suwandra, S.H., menyampaikan, bahwa setiap permasalahan yang ada di desa binaannya sesuai dengan arahan pimpinan Polri. Bahwa yang sifatnya ringan untuk dapat diselesaikan melalui Sipandu Beradat sepanjang ada kesepakatan kedua belah pihak. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *