BUPATI GIRI PRASTA PIMPIN GERAKAN SERENTAK PENANAMAN POHON DI MUNGGU

MANGUPURA – Gerakan serentak penanaman pohon dan aksi kebersihan lingkungan, merupakan bentuk implementasi ajaran Tri Sakti Bung Karno yang meliputi berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan, bertujuan untuk mewujudkan keharmonisan alam dan manusia. Demikian disampaikan Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta, saat membuka secara resmi gerakan serentak penanaman pohon dan aksi kebersihan lingkungan, serangkaian Bulan Bung Karno ke-3 tahun 2021 di Kabupaten Badung, bertempat di Green Lot Sembada Munggu, Senin (21/6/2021).

Turut hadir mendampingi Bupati Badung, anggota DPRD Badung Wayan Edi Sanjaya, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa, jajaran Forkopimda Badung beserta kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung.

Melalui gerakan serentak penanaman pohon dan aksi kebersihan lingkungan ini, Bupati Giri Prasta mengajak semua masyarakat Badung untuk selalu eling dan aktif dalam hal pelestarian alam dengan cara menanam dan memelihara pohon maupun merawat lingkungan, sehingga tersedia oksigen yang berlimpah dan tercipta lingkungan yang bersih demi keberlangsungan hidup masyarakat Badung kedepannya. ”Dalam memperingati Bulan Bung Karno ke-3 maka tanggal 21 Juni kita Kabupaten Badung melaksanakan gerakan serentak penanaman pohon dan aksi kebersihan lingkungan, dengan tema “Taru Prana Bhuana”, yang artinya pohon adalah nafasnya bumi, dan kita di Badung sudah melaksanakan Gerakan Serentak Badung Bersih sejak tahun 2016. Setiap bulan di minggu pertama OPD sudah membagi diri dalam daerah binaan untuk melakukan pembersihan saluran irigasi, penanaman pohon yang melibatkan semua lapisan desa dan masyarakat,” ujarnya.

Dengan melibatkan ASN dalam gerakan serentak penanaman pohon dan aksi kebersihan lingkungan, di seluruh wilayah Kabupaten Badung, Bupati Giri Prasta ingin memberikan motivasi kepada masyarakat luas bahwasanya ASN pun peduli dengan pelestarian lingkungan. “ASN dari OPD Pemkab Badung aja peduli dengan kebersihan lingkungan, mengapa kita yang ada di lingkungan sendiri tidak peduli. Untuk itulah kita bangun sikap gotong-royong melalui konsep merawat bumi. Kalau desa/kelurahan berdikari maka negara akan berdaulat. Melalui konsep itulah kita ikuti program Bapak Presiden membangun desa dari pinggiran, di Badung kita balik. Jadi desa membangun sehingga sinergitas pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten itu selaras,” ucapnya, seraya menyebut program ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan, sebagai bagian dari konsep Tri Hita Karana.

“Melalui gerakan ini kita ajak masyarakat Badung untuk kembali pada ajaran Bung Karno. Salah satunya melalui Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana sehingga ide, gagasan dan cita-cita dalam perjuangan beliau bisa kita teruskan dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk Pancasila merupakan bintang penuntun dalam hidup berkehidupan,” jelasnya.

Di sisi lain, Bupati Giri Prasta juga mengungkapkan kesiapan Badung dalam menyambut pembukaan pariwisata di bulan Juli mendatang dengan mengklaim bahwa Badung menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang telah mampu memvaksin masyarakat secara luas menyentuh angka 96 %. Disamping itu, semua akomodasi wisata Badung juga sudah bersertifikat CHSE yang menjadikan Badung sangat aman dan nyaman untuk dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sementara itu Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Badung, Nyoman Suendi, melaporkan, pelaksanaan gerakan serentak penanaman pohon dan aksi kebersihan lingkungan serangkaian Bulan Bung Karno di Kabupaten Badung didasari pada Perbup Badung No. 25 Tahun 2019  tentang Bulan Bung Karno dan Instruksi Bupati Badung No. 3 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Bulan Bakti Bung Karno Ke-3 Di Kabupaten Badung.

“Tujuan gertak adalah mengimplementasikan Tri Sakti Bung Karno untuk mewujudkan keharmonisan alam dan manusia. Selain itu, untuk mengajak semua masyarakat Badung untuk berpartisipasi aktif dalam hal pelestarian alam dengan menanam memelihara pohon dan merawat lingkungan sehingga tersedia oksigen yang cukup dan tercipta lingkungan yang bersih demi keberlangsungan hidup masyarakat Badung,” ucapnya, seraya menyebut kegiatan gertak ini dilaksanakan di tingkat kecamatan kelurahan dan desa se-Kabupaten Badung. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *