BULELENG – Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Kabupaten Buleleng mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam memperbaiki sejumlah infrastruktur dan pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) 2026.
Pembangunan tersebut dinilai penting untuk mendukung aktivitas masyarakat, menggerakkan ekonomi, sekaligus memperkuat geliat pariwisata di Buleleng.
Ketua Peradah Buleleng, Made Teja Artha Sakti Sukma, Senin (31/8/2026), mengatakan perbaikan infrastruktur yang dilakukan pemerintah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Sejumlah pembangunan, seperti Praja Mandala Singa Ambara Raja, kawasan Lovina, hingga perbaikan jalan, dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan Buleleng.
Menurutnya, keberadaan Praja Mandala Singa Ambara Raja tidak hanya memperbaiki wajah kawasan pusat kota, tetapi juga memberikan ruang yang lebih representatif bagi masyarakat untuk beraktivitas. Kawasan tersebut berpotensi menjadi titik berkumpul masyarakat sekaligus mendukung berbagai kegiatan yang dapat menghidupkan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
“Dengan adanya Praja Mandala Singa Ambara Raja, tentu memberikan dampak positif. Selain memperindah kawasan kota, tempat ini juga bisa menjadi ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas dan menjadi salah satu titik yang menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Made Teja.
Ia menilai keberadaan ruang publik yang tertata juga dapat mendukung kegiatan komunitas dan kepemudaan. Dengan semakin banyaknya kegiatan yang berlangsung di kawasan tersebut, masyarakat dan pelaku UMKM di sekitar lokasi diharapkan ikut mendapatkan manfaat ekonomi.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur seperti Praja Mandala harus dilihat sebagai investasi jangka panjang. Infrastruktur yang baik tidak hanya berfungsi secara fisik, tetapi juga dapat menjadi penggerak aktivitas sosial, budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat.
Karena itu, Peradah Buleleng berharap pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada proyek yang telah selesai. Pemerintah diharapkan terus melanjutkan pembangunan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah kabupaten Buleleng.
“Kami berharap pembangunan ini bisa terus berlanjut tidak hanya terpusat di kota,” katanya.
Selain pembangunan infrastruktur, Peradah Buleleng juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) 2026. Kegiatan tersebut dinilai menjadi ruang positif untuk memperkenalkan seni, budaya, dan potensi pariwisata Buleleng sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Made Teja menilai, pembangunan infrastruktur dan kegiatan seperti Bulfest dapat saling mendukung. Infrastruktur yang semakin baik dapat menunjang kenyamanan masyarakat dan wisatawan, sementara kegiatan budaya dan pariwisata dapat menarik kunjungan serta menghidupkan aktivitas ekonomi.
“Kami juga mengapresiasi kegiatan Bulfest. Ini menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi Buleleng dan menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan melibatkan pelaku UMKM, komunitas, pekerja seni, serta kalangan pemuda. Dengan demikian, pembangunan daerah tidak hanya menghasilkan perubahan fisik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas.
Di sisi lain, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyambut baik perhatian dan dukungan kalangan pemuda terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, pemuda memiliki peran penting dalam memberikan masukan sekaligus ikut mengawal berbagai program pembangunan di Buleleng.
Sutjidra menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda. Dukungan serta partisipasi pemuda diharapkan dapat menjadi kekuatan dalam mendorong pembangunan Buleleng agar terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (bs)

