BULELENG – Gelaran Buleleng Digital Expo (BDE) 2026 yang berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Rumah Jabatan Bupati Buleleng sukses mencatatkan antusiasme luar biasa dari masyarakat. Sejak dibuka hingga hari penutupan, kawasan RTH tak pernah sepi dari lalu lalang pengunjung yang datang dari pagi hingga malam hari.
Perhelatan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian pameran Buleleng Festival (Bulfest) 2026 ini berhasil menjelma sebagai pusat edukasi, kolaborasi, dan integrasi inovasi teknologi di Kabupaten Buleleng.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng, Made Suharta, menegaskan bahwa BDE 2026 dirancang bukan sekadar pameran teknologi statis, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk mempercepat terwujudnya ekosistem digital yang inklusif.
“BDE 2026 diselenggarakan dengan empat tujuan utama: menyebarluaskan visi digital Pemkab Buleleng, membangun ekosistem dan percepatan transformasi digital daerah secara menyeluruh, mendorong kolaborasi antar-stakeholder lokal maupun nasional, serta menguatkan ekonomi kreatif dengan memberi ruang bagi UMKM, startup, dan komunitas kreatif agar makin berdaya saing melalui platform digital,” ujar Made Suharta saat ditemui usai penyerahan hadiah lomba di panggung utama BDE, Minggu (23/8/2026) malam.
Kemeriahan malam puncak BDE 2026 ditandai dengan seremoni penyerahan hadiah bagi para pemenang serangkaian perlombaan teknologi dan kehumasan. Sebanyak 5 jenis lomba yang terbagi ke dalam 8 kategori kompetisi telah selesai dilaksanakan dengan sukses dan melahirkan talenta-talenta unggul di bidang teknologi informasi serta komunikasi:
Buleleng Programming Competition: Lomba pemrograman tingkat SMA/SMK sederajat yang diikuti oleh 47 peserta berbakat.
Lomba Pengelolaan Website: Terbagi menjadi kategori OPD/BUMD di lingkup Pemkab Buleleng, serta kategori Desa yang diikuti oleh 2 desa perwakilan dari masing-masing kecamatan.
Lomba Kehumasan: Terbagi menjadi kategori Hard News (diikuti 14 peserta) dan kategori Feature News (diikuti 13 peserta).
Lomba E-Sport (Mobile Legends): Terbagi menjadi kategori SMP se-Kabupaten Buleleng (diikuti 33 tim) serta kategori SKPD dan Instansi Vertikal (diikuti 22 tim).
Buleleng Cyber Challenge: Lomba bidang keamanan siber dengan kategori Capture the Flag (CTF) untuk menguji dan menandai celah kerentanan sistem, yang diikuti oleh 11 tim.
“Berkat kerja keras dan dukungan seluruh pihak, seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga penyerahan hadiah malam ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif masyarakat dan jajaran instansi, dewan juri, panitia, peserta dan sekolah-sekolah,” ungkap Kadis Suharta.
Dengan suksesnya penyelenggaraan BDE 2026 dan tingginya partisipasi publik selama Bulfest berlangsung, Pemerintah Kabupaten Buleleng optimistis langkah transformasi digital daerah akan semakin solid dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat. (bs)

