Mahasiswi LSPR Bali Raih Juara 1 Lomba “Perempuan Berkebaya Indonesia” Hari Kebaya Nasional 2026

DENPASAR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswi LSPR Bali. Michelle Kezia Timotius, mahasiswi batch 5 LSPR Bali, berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Lomba Perempuan Berkebaya Indonesia Hari Kebaya Nasional (HKN) 2026 kategori Mahasiswi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Undiknas pada Jumat, 24 Juli 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebaya Nasional 2026. Mengangkat tema “Bangga Berbudaya dan Bangga Berkebaya”, kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kecintaan terhadap budaya Indonesia sekaligus memperkuat identitas bangsa melalui pelestarian kebaya sebagai warisan budaya nasional.

Lomba Perempuan Berkebaya Indonesia HKN 2026 terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu Kategori Pelajar SMA/K; Kategori Mahasiswi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS);
Kategori Organisasi Wanita.

Keberhasilan Michelle Kezia Timotius meraih posisi tertinggi pada kategori mahasiswi menjadi bukti bahwa generasi muda tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Indonesia.

Melalui kompetisi ini, peserta dinilai tidak hanya dari penampilan mengenakan kebaya, tetapi juga dari kemampuan menampilkan karakter, wawasan kebangsaan, etika, serta pemahaman terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam kebaya sebagai simbol identitas perempuan Indonesia.

Hari Kebaya Nasional sendiri diperingati sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya melestarikan kebaya sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan identitas nasional. Peringatan ini juga bertujuan mendorong generasi muda agar semakin bangga mengenakan kebaya dalam berbagai kesempatan, sekaligus memperkuat rasa cinta terhadap budaya Nusantara di tengah arus globalisasi.

Tema “Bangga Berbudaya dan Bangga Berkebaya” mengandung makna bahwa kebaya bukan sekadar busana tradisional, melainkan representasi jati diri bangsa yang mencerminkan nilai kesopanan, keanggunan, keberagaman, serta penghormatan terhadap warisan leluhur.

Melalui tema tersebut, penyelenggara mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya kaum muda, untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya Indonesia sebagai bagian dari identitas nasional yang membanggakan.

Head of LSPR Bali, Ni Putu Mahesa Arsita Putri, S.E., AWP, menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang diraih Michelle Kezia Timotius. Prestasi ini dinilai menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa LSPR Bali untuk terus mengembangkan potensi, berkompetisi secara positif, serta berkontribusi dalam melestarikan budaya Indonesia melalui berbagai kegiatan akademik maupun non-akademik.

“Kami mengucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Michelle Kezia Timotius atas prestasi luar biasa ini. Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Michelle secara pribadi, tetapi juga bagi keluarga besar LSPR Bali. Semoga pencapaian ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berprestasi, dan menjadi generasi muda yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Indonesia di tengah perkembangan zaman,” katanya.

LSPR Bali senantiasa berkomitmen mendukung mahasiswa untuk berkembang secara akademik maupun non-akademik melalui berbagai kegiatan yang mampu membentuk karakter, kepemimpinan, kreativitas, serta kepedulian terhadap budaya dan masyarakat. Prestasi yang diraih Michelle Kezia Timotius menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa LSPR Bali mampu bersaing, berprestasi, sekaligus menjadi duta budaya yang membanggakan di tingkat regional maupun nasional. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *