BULELENG – Komitmen Pemkab Buleleng melalui duet kepemimpinan Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna dalam hal digitalisasi perlindungan sosial masyarakat terus ditingkatkan.
Hal ini dibuktikan denga keikutsertaan Pemkab Buleleng dalam kegiatan Bimtek (bimbingan teknis) aplikasi Perlinsos (perlindungan sosial) yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Bali.
Bimtek ini bertujuan untuk terus mendorong transformasi digital dalam tata kelola pelayanan publik, khususnya pada sektor perlindungan sosial utamanya dalam hal percepatan pelaksanaan Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial.
Bimtek Penggunaan Aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos), dilaksanakan Kamis (7/5), bertempat di Gedung Ksirarnawa, UPTD Taman Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Denpasar.
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra. Turut hadir jajaran pimpinan perangkat daerah dari Kabupaten Buleleng, di antaranya Bappeda Kabupaten Buleleng, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng, serta Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Kabupaten Buleleng.
Dalam sambutannya, Dewa Made Indra menegaskan bahwa digitalisasi bantuan sosial menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran.
“Transformasi digital dalam perlindungan sosial bukan hanya soal penggunaan aplikasi, tetapi bagaimana kita memastikan bantuan sosial benar-benar diterima masyarakat yang berhak secara cepat, tepat, dan akuntabel,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam mendukung keberhasilan implementasi sistem perlindungan sosial berbasis digital di Bali.
“Data yang terintegrasi dan valid menjadi kunci utama dalam mewujudkan tata kelola bantuan sosial yang efektif. Karena itu, seluruh pihak harus memiliki komitmen yang sama dalam mendukung digitalisasi ini,” tambahnya.
Bimbingan teknis ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kementerian, lembaga, dan instansi terkait. Ega Kurnia Yazid menyampaikan materi terkait Teknis Operasional Portal Perlindungan Sosial. Sementara itu, Lady Diandra memaparkan strategi komunikasi dalam pelaksanaan uji coba digitalisasi bantuan sosial.
Selain itu, M. Haekal Dzaky turut memberikan materi mengenai inklusi keuangan sebagai bagian penting dalam mendukung transformasi digital pelayanan bantuan sosial.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Bali berharap implementasi aplikasi Perlinsos dapat berjalan optimal serta menjadi fondasi dalam pengembangan sistem perlindungan sosial berbasis digital yang terintegrasi di Bali. (bs)

