BULELENG – Upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di era digital terus dilakukan melalui kegiatan Pandu Literasi Digital Pelaku Usaha. Kegiatan ini mengusung tema “Strategi Komunikasi untuk Pemasaran Digital dan Strategi Copywriting dan Visualisasi Secara Digital untuk Peningkatan Daya Saing Usaha.”
Acara yang diselenggarakan di Ruang Co-Working Space UPTD PLUT Kabupaten Buleleng ini menghadirkan dua pemateri, yakni I Gede Handika Putra dan Willy Yogantara Sidhi, serta dipandu oleh moderator Desiana Astika Ratna Kumala.
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya strategi komunikasi dalam pemasaran digital, termasuk teknik copywriting, visualisasi produk, serta pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan usaha.
Dalam materinya, I Gede Handika Putra menekankan bahwa strategi komunikasi yang tepat sangat penting dalam menyampaikan pesan kepada pelanggan secara efektif. Ia menjelaskan bahwa komunikasi digital tidak hanya sebatas konten visual, tetapi juga mencakup kualitas isi konten dan copywriting yang mampu menarik perhatian dan membangun kepercayaan konsumen.
“Komunikasi yang konsisten dapat membangun citra brand yang kuat serta meningkatkan engagement dengan pelanggan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menggarisbawahi pentingnya memahami algoritma media sosial agar konten dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
Sementara itu, Willy Yogantara Sidhi dalam sesinya membahas strategi copywriting dan visualisasi digital sebagai kunci meningkatkan daya saing UMKM. Ia memperkenalkan konsep AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) sebagai formula dasar dalam menyusun pesan pemasaran yang efektif.
Menurutnya, pelaku usaha harus mampu menciptakan konten yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga mampu membangun minat, menciptakan keinginan, hingga mendorong tindakan pembelian dari konsumen. Selain itu, visualisasi produk melalui fotografi yang menarik juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan dan penjualan.
Pelatihan ini juga membahas tantangan yang dihadapi UMKM saat ini, seperti persaingan yang semakin ketat, kurangnya pemanfaatan digital, serta rendahnya kualitas konten promosi. Sebagai solusi, peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya konsistensi konten, penggunaan AI untuk ide kreatif, serta teknik storytelling dalam pemasaran.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WITA hingga selesai ini disambut antusias oleh peserta. Selain mendapatkan materi praktis, peserta juga memperoleh sertifikat dari BPSDM Kominfo sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi mereka.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku UMKM di Kabupaten Buleleng mampu meningkatkan kualitas pemasaran digital mereka, sehingga dapat bersaing secara lebih optimal di pasar yang semakin kompetitif. (bs)

