BULELENG – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ketut Kariyasa Adnyana, menggelar buka puasa bersama tokoh-tokoh Muslim di Kabupaten Buleleng. Buka puasa bersama yang dirangkai dengan dialog tersebut dilaksanakan di RM Manalagi Singaraja, Jumat (6/3/2026).
Para tokoh Muslim yang hadir dalam buka puasa bersama tersebut adalah pengurus MUI Kabupaten Buleleng, PCNU Buleleng, PD Muhammadiyah Buleleng, Baznas Buleleng, organisasi kepemudaan Islam di Buleleng, takmir masjid di Kecamatan Buleleng, serta beberapa tokoh lainnya.
Di antara tokoh Muslim yang hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua Umum MUI Buleleng, H.B. Ali Musthofa, Ketua PCNU H. Rahmat Al Baihaqi, Ketua PD Muhammadiyah Buleleng, H. Moh. Ali Susanto, Ketua Baznas Buleleng, H. Rizani. Acara dipandu oleh Sekretaris Umum MUI Buleleng, H. Imam Syafi’i.

Sebelum dilaksanakan buka puasa, diawali dengan dialog antara Ketut Kariyasa Adnyana dengan tokoh-tokoh Muslim tersebut. Kariyasa menjelaskan tentang keanggotaannya di Komisi VIII DPR RI yang antara lain membidangi masalah keagamaan, sosial, perlindungan perempuan-anak, serta kebencanaan.
Ia menjelaskan, Komisi VIII DPR RI telah menyelesaikan regulasi yakni ditetapkannya UU Haji. Dengan UU Haji ini, urusan haji ditangani kementerian tersendiri yakni Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang sebelumnya dibawah Kementerian Agama.
“Tujuan pembentukan undang-undang ini adalah agar pelayanan haji lebih bagus dan maksimal. Misalnya ada soal kuota haji, aturan lama tunggu haji,” katanya.
Menurut anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan ini, dengan UU tersebut disepakati, kalau dulu lama tunggu haji di Bali sekitar 29 – 30 tahun menjadi 26 tahun. “Jadi Bali sangat diuntungkan dengan peraturan baru ini,” ujarnya.
Kariyasa Adnyana juga menjelaskan, pihaknya juga mendorong agar Asrama Haji yang rencananya dibangun di Pemogan Denpasar bisa dimulai tahun ini. “Kami sudah rapat dengan Kementerian Haji, kami dorong agar tahun ini bisa dibangun. Sehingga nantinya bisa diselesaikan,” paparnya.
Pada kesempatan itu, sejumlah peserta buka puasa menyampaikan sejumlah aspirasi dan usulan. Misalnya soal anggaran operasional Baznas yang disampaikan Ketua Baznas Buleleng, dr. Rizani. Juga soal usulan pembangunan kantor bersama kantor atau gedung bersama ormas Islam di Buleleng yang diinisiasi oleh MUI Buleleng.
Merespon hal itu, politisi kelahiran Busungbiu ini berjanji akan memperjuangkan di pemerintah pusat. “Soal Baznas ini memang tengah dibahas di Komisi VIII karena ada usulan untuk peningkatan status kelembagaannya,” katanya. (bs)

