ak Miliki Sekertariat Ketua DPK Peradah Buleleng Kaget

BULELENG – Ketua DPK Peradah Buleleng yang baru terpilih secara aklamasi pada 8 Februari 2026, Made Teja Artha Sakti Sukma, mengaku terkejut setelah mengetahui bahwa organisasi kepemudaan Hindu tersebut saat ini tidak memiliki sekretariat tetap.

Informasi tersebut diperoleh Teja saat simakrama bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Buleleng pada Rabu, 18 Februari 2026. Dalam pertemuan tersebut, pembahasan mengenai struktur organisasi dan kesiapan kelembagaan turut menyinggung keberadaan sekretariat sebagai pusat aktivitas organisasi.

“Sebagai organisasi kepemudaan yang memiliki peran strategis, keberadaan sekretariat menjadi sangat penting, baik sebagai pusat koordinasi, administrasi, maupun simbol eksistensi organisasi,” ujar Teja usai kegiatan.

Kondisi ini kemudian dikonfirmasi oleh pengurus Peradah periode sebelumnya. Diyana, salah satu pengurus terdahulu, menjelaskan bahwa sekretariat Peradah terakhir kali digunakan pada tahun 2023 dan bertempat di rumah salah satu anggota, yakni di Pasraman Pasir Ukir, Desa Pedawa.

Menurutnya, penggunaan rumah anggota sebagai sekretariat bersifat sementara dan menyesuaikan dengan kondisi organisasi saat itu. Namun, seiring berjalannya waktu dan perubahan kepengurusan, keberadaan sekretariat tidak lagi berfungsi secara aktif.

Ketiadaan sekretariat permanen menjadi catatan penting bagi kepengurusan baru. Teja menegaskan bahwa penataan kelembagaan, termasuk upaya menghadirkan sekretariat yang representatif, akan menjadi salah satu prioritas dalam masa kepemimpinannya.

“Kami ingin memastikan bahwa Peradah memiliki fondasi organisasi yang kuat. Sekretariat bukan sekadar ruang fisik, tetapi pusat gerakan, kolaborasi, dan pelayanan bagi pemuda Hindu,” tambahnya.

Ke depan, pihaknya berencana melakukan konsolidasi internal dan menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan stakeholder terkait, untuk mencari solusi terbaik terkait penyediaan sekretariat.

Simakrama bersama PHDI Kabupaten Buleleng sendiri menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat sinergi antar organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis dalam membangun kembali dinamika gerakan kepemudaan Hindu di Buleleng. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *