GIANYAR – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, menghadiri pembukaan penerimaan Mahasiswa KKN Tematik Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Wantilan Serba Guna Banjar Belang Singapadu Kaler, Rabu (18/2/2026).
Kegiatan KKN Tematik ini merupakan program wajib bagi mahasiswa semester VI, calon wisudawan tahun 2027, yang akan dilaksanakan selama 28 hari, dengan fokus pada edukasi lingkungan dan penguatan sosial di Desa Singapadu, Singapadu Tengah, dan Singapadu Kaler.
Sebanyak 236 mahasiswa diterjunkan, didampingi dosen pembimbing lapangan, dan dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 14 sampai 15 orang sesuai arahan pemerintah kecamatan.
Pembukaan KKN Tematik sekaligus dibuka oleh Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra, yang menekankan bahwa KKN adalah ruang untuk berjumpa langsung dengan kehidupan yang sesungguhnya, melampaui bangku kuliah dan teori.
“Melalui KKN inilah kita mengenal kehidupan yang sesungguhnya. Pengalaman di lapangan jauh lebih banyak nilainya. Adik-adik akan dipercaya ketika mampu berperilaku dengan etika yang baik,” ujar Mahayastra.
Ditemui singkat usai acara, Suguna menegaskan bahwa ruang-ruang pengabdian seperti KKN merupakan ekosistem strategis bagi tumbuhnya kesadaran demokrasi yang berbasis nilai dan etika sosial.
“Kami membutuhkan perluasan basis pengawasan. Mahasiswa adalah salah satu segmen yang potensial, karena berada dekat dengan komunitas dan terbiasa berdiskusi dengan warga,” kata Suguna.
Menurut Suguna, keterlibatan mahasiswa dalam pengawasan partisipatif tidak harus berada di sektor formal. Pengawasan partisipatif, kata dia, merupakan gerakan moral, yang bertumpu pada kesadaran bahwa proses kontestasi politik harus dijaga sejak dini.
“Ini bukan soal masuk struktur atau tidak. Yang lebih penting adalah tumbuhnya kesadaran bahwa setiap warga punya tanggung jawab menjaga proses demokrasi tetap jujur dan adil,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesadaran tersebut dapat tumbuh melalui ruang-ruang diskusi, edukasi, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan pengawasan partisipatif yang dibangun Bawaslu.
Irisan antara KKN Tematik dan agenda pengawasan partisipatif ini menegaskan bahwa demokrasi tidak semata dijaga melalui mekanisme elektoral, melainkan melalui pembentukan karakter sosial warga.
Bagi Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Bali, penguatan kesadaran di tingkat komunitas menjadi fondasi pencegahan pelanggaran jangka Panjang, dan mahasiswa dipandang sebagai salah satu simpul penting dalam ekosistem tersebut. (bs)

