BULELENG – Sebanyak enam mahasiswa dan dua dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, diberangkatkan ke Canberra, Australia, untuk mengajar Bahasa Indonesia di sekolah dasar setempat.
Wakil Dekan Bidang Akademik FIP Undiksha, Kadek Suranata mengatakan dosen dan mahasiswa tersebut akan diberangkatkan pada 18 Februari 2026 mendatang.
Selama di Australia, mereka akan mengajar bahasa Indonesia sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada siswa setempat.
“Yang jelas mereka akan dilibatkan khusus untuk mengajar bahasa Indonesia dan memperkenalkan budaya Indonesia di sekolah-sekolah elementary school di Canberra,” ujar Suranata, Jumat (13/2/2026) di Buleleng.
Sebelum mulai mengajar, para peserta akan mengikuti masa orientasi yang difasilitasi kementerian dan melibatkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra.
Dalam tahap ini, mereka akan mendapatkan pembekalan terkait tugas, tanggung jawab, serta aturan selama berada di Australia.
Keberangkatan dijadwalkan pada 18 Februari 2026.
Selama menjalankan program, pembiayaan ditanggung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ia menyampaikan program guru bantu ini merupakan program Kementerian yang menunjuk sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Undiksha, untuk mengirim peserta mengajar di luar negeri.
“Untuk program ini, kami baru pertama kali. Ini langkah awal bagi kami dan mudah-mudahan kami berharap ini akan berlanjut,” katanya.
Suranata menjelaskan, tidak semua mahasiswa dapat mengikuti program ini.
Peserta berasal dari kelas inisiasi internasional yang telah mengikuti kelas khusus dengan menghadirkan dosen tamu internasional.
Adapun peserta berasal dari tiga program studi, yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Teknologi Pendidikan, dan Bimbingan dan Konseling (BK).
Mereka merupakan mahasiswa semester VI dan VIII yang telah menjalani latihan mengajar maupun asistensi di sekolah.
“Kriteria yang diizinkan minimal pernah mengikuti praktik mengajar,” kata Suranata.
Suranata menambahkan, program ini telah didasarkan pada kerja sama formal melalui Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara Undiksha dan universitas mitra di luar negeri
“Kami berencana memperluas program serupa, termasuk magang internasional dan peluang mengikuti sertifikasi calon guru di sejumlah negara Asia maupun Australia,” tutupnya. (bs)

