BULELENG – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Jumat (13/2/2026), mengunjungi TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja, Buleleng. Di TK tersebut Pak Menteri yang juga Sekum PP Muhammadiyah ditegur oleh salah seorang siswa TK tersebut.
Ceritanya, begitu sampai di TK tertua ketiga di Indonesia tersebut, Menteri Prof. Mu’ti disambut jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Buleleng, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Buleleng, para guru TK, termasuk beberapa siswa di halaman sekolah. Sementara guru dan siswa-siswi TK lainnya menunggu di ruang kelas.
Prof. Mu’ti dengan mengawali dengan salam, menyalami satu per satu jajaran PDM Buleleng, PDA Buleleng, guru, lantas terakhir para siswa-siswi. Lebih dulu, Mendikdasmen menyalami para siswi yang ada di sisi kanannya. Lantas beralih menyalami dan tos dengan para siswa di sisi kirinya. Nah, usai menyalami dan tos dengan mereka, tiba-tiba ada seorang siswa yang langsung menegur Mendikdasmen.
“Lagi satu Pak Menteri,” kata siswa itu menegur. Tampanya siswa itu terlewati, tidak kebagian disalami atau di-tos oleh Menteri Prof. Mu’ti. Kontan saja, semua tersenyum melihat aksi siswa TK tersebut. Dan, Menteri Prof. Mu’ti pun memberikan tos kepada siswa tersebut.
Sebelum ke TK ‘Aisyiyah, Menteri Prof. Mu’ti mengikuti senam ceria bersama anak-anak TK dan SD di Taman Kota Singaraja. Ia didampingi Bunda PAUD Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, Sekda Buleleng Gede Suyasa, Kadis Dikpora Buleleng, IB Gde Surya Bharata, serta sejumlah pejabat.
Pada kesempatan itu, Menteri Prof. Mu’ti mengingatkan anak-anak Buleleng untuk menjalankan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur cepat.
Usai senam ceria tersebut, dilakukan sesi foto. Tak ayal anak-anak Buleleng “menyerbu” Menteri yang juga Sekum PP Muhammadiyah itu untuk foto bersama. Butuh waktu yang cukup lama untuk melayani anak-anak yang sangat senang berjumpa langsung dengan Mendikdasmen low profile tersebut.
Selesai di TK ‘Aisyiyah, Mendikdasmen menuju ke SMKN 3 Singaraja di Jalan Gempol. Di sana ia meresmikan salah satu gedung yang senilai Rp 90.752.105.402 (Rp 90,7 miliar) yang. Menteri Prof. Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya membangun SDM yang unggul, berkualitas, dan berdaya saing.
“Semoga tahun 2026 ini lebih banyak lagi satuan pendidikan yang dapat kita perbaiki,” ujarnya.
Di Kabupaten Buleleng, revitalisasi menyasar 64 satuan pendidikan, yang terdiri dari 8 TK, 37 SD, 14 SMP, 4 SMA, dan 1 SMK. Peresmian dilakukan secara simbolis pada lima sekolah yang mewakili setiap jenjang pendidikan. (bs)

