Datang ke Pegayaman, Tuan Guru Bajang Merasa Sangat Nyaman

BULELENG – Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. K.H. Muhammad Zainul Majdi, MA, memberikan ceramah dalam Tabligh Akbar serangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Masjid Jamik Safinatussalam Desa Pegayaman, Buleleng, Bali, Jumat (5/9/2025). TGB mengaku sangat nyaman datang ke desa tua tersebut.

“Saya senang. Alhamdulillah, saya datang ke Pegayaman ini rasanya seperti di Pancor (desa kelahiran TGB, red). Suasananya masya Allah. Senyum warganya, jabatan tangannya. Alhamdulillah. Rasanya kita semua bersaudara,” kata TGB Zainul Majdi dalam ceramahnya.

Menurutnya, saking nyamannya di Pegayaman, ia merasa ngantuk duduk di sini. “Mau minta kopi malu. Rasa nyaman itu membuat saya tenang, betah. Di sini akhlak masyarakatnya, masya Allah,” ujarnya.

Kedatangan TGB yang juga mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) disambut antusias warga Pegayaman. Sebelum ke Masjid Jamik Safinatussalam, TGB sempat singgah di rumah Penghulu/Imam Desa Pegayaman, Tuan Guru H. Abdul Ghofar Ismail. Dari sana, TGB bersama Penghulu Desa Pegayaman menuju masjid diiringi grup hadrah Pegayaman. Di masjid, TGB disambut dua grup burdah Pegayaman.

Dalam ceramahnya, antara lain TGB menyampaikan pesan kepada warga Pegayaman. “Saya pesan kepada semeton-semeton tiyang yang ada di Pegayaman. Desa Pegayaman ini terkenal sebagai desa Islam. Maka, ayo jaga kehormatannya, dan jaga nama baiknya. Menjaga kehormatan dan nama baik itu bukan dengan membuat pos-pos keamanan. Tidak. Tapi dengan menjaga akhlak dan karakter sebagai umat Nabi Besar Muhammad SAW,” jelas TGB.

TGB juga menyinggung keterikatan antara Pegayaman dan Pancor (Lombok Timur). “Tadi disampaikan dari yang mewakili panitia bahwa kakek tiyang (Tuan Guru KH Zainuddin Abdul Madjid, red), dulu waktu di Mekkah bersahabat dengan tuan guru, dengan tokoh dari Pegayaman. Kenapa Allah mempertemukan dua orang dan mengikatnya dalam persahabatan, persaudaraan, walaupun asal usulnya jauh terpisah dengan jarak yang jauh?”

“Salah satu sebabnya seperti hadist Rasulullah bahwa yang namanya manusia walaupun berjauhan asal usulnya bahkan berbeda suku bangsanya tapi akan diikat dalam persaudaraan kalau dia mempunyai karakter dan sifat yang sama,” jelasnya.

Menurutnya, yang namanya hati manusia, dan roh-rohnya itu akan dibariskan sesuai dengan kecenderungannya. Orang yang suka kebaikan akan bersama dengan orang yang suka kebaikan. Orang yang suka ibadah akan bersama-sama dengan yang suka ibadah. Orang yang suka ilmu akan dipertemukan dengan yang ahli pencari ilmu. “Itulah keadaan kita dalam kehidupan ini,” tegasnya.

“Jadi kita dekat satu sama lain. Antara Pegayaman dengan Pancor, antara Pegayaman dengan Lombok walaupun berbeda pulau tetapi kita Alhamdulillah bersahabat, bersaudara,” tambahnya. (bs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *