- Dirangkai dengan Workshop Pengintegrasian Rencana PRB – API dalam Rencana Pembangunan Desa di Bali
DENPASAR – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPBI PBNU), bekerjasama dengan LPBI PCNU Buleleng menggelar kegiatan Pelatihan Fasilitator Pengurangan Risiko Bencana Dan Adaptasi Perubahan Iklim (PRB – API l) Berbasis Komunitas dan Workshop Pengintegrasian Rencana PRB – API dalam Rencana Pembangunan Desa, di Hotel Atanaya, Denpasar. Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari (27 – 31/8/2025).
Kegiatan yang merupakan rangkaian dari program Ketangguhan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim (KANAL) ini diikuti oleh semua fasilitator yang akan memfasilitasi kegiatan-kegiatan PRB di 8 desa yang menjadi target program. Peserta yang berjumlah 15 orang merupakan dari komponen perangkat desa, BPBD Buleleng, PMII Buleleng, GP Ansor Buleleng dan Fatayat Buleleng.
Kegiatan pelatihan yang difasilitasi oleh Catur Sudarmanto (akrab dipanggil dengan mbah Darmo) dari LPBI Jawa Timur sekaligus juga merupakan Sekretaris Jenderal Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jawa Timur, dan M Toif Nizar Fatoni, Bidang Data FPRB Jawa Timur dan Fasilitator DESTANA BPBD Jawa Timur yang juga merupakan pengurus LPBI Jawa Timur.
Materi yang diajarkan adalah terkait dengan konsep PRB-API dalam kerangka konsep Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana (Destana/Keltana), yaitu antara lain konsepsi PRB-API, konsep GEDSI dalam PB, serta penyusunan dokumen perencanaan PRB-API tingkat desa, seperti kajian risiko bencana, rencana penanggulangan bencana, sistem peringatan dini, rencana evakuasi, kesiapsiagaan rumah tangga, SOP kedaruratan, rencana kontigensin Dan perencanaan simulasi.
Kegiatan dibuka oleh Direktur Kesiapsiagaan Bencana, Drs. Pangarso Suryotomo, MMB atau akrab dipanggil Pak Papang oleh penggiat kebencanaan di Indonesia. Dalam sambutannya, Pak Papang menyampaikan pentingnya peran fasilitator dalam memastikan ketangguhan masyarakat sehingga peningkatan kapasitasi melalui pelatihan-pelatihan harus dilaksanakan dan diikuti secara serius agar memastikan fasilitator siap bekerja bersama masyarakat untuk meningkatkan ketangguhan.
Selain itu, pembukaan juga dihadiri oleh Ketua PCNU Buleleng, KH. Rahmat al-Baihaqi dan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Buleleng, Gusti Bagus Rony Ariyana, S.H.
Para peserta pelatihan sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka berharap besar, agar pematerian semacam ini terus diadakan melalui follow up dalam waktu tertentu. Dengan begitu, mereka dapat memahami materi tersebut secara mendalam dan dapat menerapkannya kepada masyarakat, baik dalam bentuk kebijakan desa maupun bentuk lainnya.
Kegiatan pelatihan ini juga diintegrasikan dengan kegiatan workshop integrasi Rencana PRB-API dalam sistem perencanaan desa dan kelurahan. Sesi ini selain diikuti oleh peserta training dan juga perbekel (kepala desa) dan lurah dari 8 daerah target program KANAL.
Dalam sesi ini didiskusikan strategi pengintegrasian RPB ke dalam RKP Desa. Di sesi terakhir, setiap desa/kelurahan melakukan exercise untuk mengalokasikan APBDes 2026 untuk kegiatan PB, di semua bidang, baik pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat, serta bidang penanggulangan bencana.
Workshop menunjukkan adanya peningkatan pemahaman para perbekel/lurah terkait strategi integrasi PRB-API yang bukan hanya di bidang 5 (PB/Tanggap darurat). Dan hasil exercise juga menunjukkan tingginya komitmen yang tinggi dari para Perbekel dan Lurah. Hal ini menunjukkan Potensi keberlanjutan program KANAL dapat dicapai kedepannya. (bs)

