Supervisi Perencanaan Pembelajaran di MI AL HUDA Tahun Pelajaran 2025/2026

  • Optimalisasi Perencanaan Pembelajaran Melalui Pendekatan Mendalam dan Pembelajaran Berbasis Cinta

BULELENG – Pelaksanaan supervisi perencanaan pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (MI) AL HUDA untuk Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 dilaksanakan 21 s.d. 23 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk memastikan kualitas proses belajar mengajar di madrasah tetap optimal.

Supervisi yang dilakukan langsung oleh Kepala Madrasah, Nunuk Ikhtiarini, M.Pd, ini melibatkan seluruh guru MI AL HUDA. Fokus utama dari supervisi ini adalah meninjau dan mengevaluasi Rencana Pembelajaran (RP) yang telah disusun oleh para pendidik. Aspek-aspek yang dinilai mencakup kelengkapan administrasi, kesesuaian materi dengan kurikulum, alokasi waktu, serta model, metode, dan media pembelajaran yang akan digunakan.

Kepala madrasah atau supervisor melakukan observasi langsung saat guru sedang mengajar. Selama observasi, guru dapat membandingkan aktivitas yang terjadi di kelas dengan rencana pembelajaran yang sudah dibuat oleh guru. Ini membantu melihat apakah guru mengikuti langkah-langkah yang direncanakan dan apakah rencana tersebut efektif dalam praktiknya.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap guru telah membuat perencanaan yang matang dan inovatif. Perencanaan yang baik adalah kunci utama untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi siswa,” ujar Nunuk Ikhtiarini.

Manfaat Program Supervisi Pembelajaran

Menurut Nunuk Ikhtiarini, program supervisi pembelajaran memiliki manfaat yang sangat luas dan signifikan bagi seluruh komponen ekosistem pendidikan di madrasah, mulai dari guru, siswa, hingga lembaga itu sendiri. Supervisi memberikan umpan balik yang konstruktif dan terarah. Guru mendapatkan kesempatan untuk mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan, baik dalam metode mengajar, pengelolaan kelas, maupun penyusunan bahan ajar.

Guru didorong untuk melakukan refleksi terhadap praktik mengajarnya. Ini menumbuhkan kesadaran diri dan motivasi untuk terus belajar dan berinovasi, sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Supervisi yang humanis dan kolaboratif membuat guru merasa didukung, bukan dihakimi. Adanya dialog yang membangun membantu guru menemukan solusi atas tantangan yang dihadapi di kelas, sehingga meningkatkan semangat dan kepercayaan diri mereka. Melalui supervisi, guru dapat memperoleh wawasan baru tentang strategi pembelajaran, penggunaan media, dan teknik penilaian yang lebih efektif.

Lebih lanjut dikatakan oleh kepala MI AL HUDA bahwa supervisi adalah salah satu cara paling efektif untuk menjaga dan meningkatkan standar kualitas pendidikan di madrasah secara keseluruhan, dengan memastikan semua guru melaksanakan tugasnya sesuai dengan standar dan tujuan yang telah ditetapkan, sehingga meningkatkan akuntabilitas lembaga pendidikan kepada orang tua dan masyarakat.

Data dan temuan dari kegiatan supervisi menjadi bahan evaluasi yang penting untuk merumuskan kebijakan madrasah di masa depan. Ini membantu madrasah beradaptasi dengan perubahan dan terus berkembang.

Hasil dan Rekomendasi

Dijelaskan Nunuk Ikhtiarini, secara umum, hasil supervisi menunjukkan bahwa para guru di MI AL HUDA telah menyusun perencanaan pembelajaran dengan baik. Beberapa poin positif yang ditemukan antara lain: 1) Integrasi nilai-nilai islami, pembelajaran mendalam dalam setiap mata pelajaran., 2) Pemanfaatan media pembelajaran yang beragam, termasuk penggunaan aplikasi Canva dalam pembuatan LKPD, 3) Penyusunan indikator pembelajaran yang jelas dan terukur, 4) Perencanaan penilaian pembelajaran dengan rubrik penilaian.

Meskipun demikian, ada beberapa rekomendasi yang diberikan untuk perbaikan ke depannya, seperti: 1) Pemahaman model pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa, 2) Pendalaman materi ajar yang berkaitan dengan insersi Kurikulum Berbasis Cinta, 3) Optimalisasi penggunaan instrumen penilaian autentik.

Selanjutnya, kata dia, hasil supervisi perencanaan pembelajaran ini akan dilakukan tindak lanjut oleh Bidang Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan (PKB), agar sesuai dengan kebutuhan pelatihan dari masing-masing guru.

Dengan adanya supervisi ini, diharapkan kualitas pendidikan di MI AL HUDA terus meningkat, mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia. Seluruh masukan dan rekomendasi akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan di pembelajaran berikutnya. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *