Tangis Bahagia dan Peluk Haru Sambut Kedatangan Jemaah Haji Buleleng

BULELENG – Tangis bahagia dan peluk haru terlihat ketika jemaah haji asal Buleleng turun bus yang membawanya dari Surabaya di Jl. Imam Bonjol, tepatnya di depan Masjid Agung Jami’ Singaraja, Jumat (4/7/2025) sore. Keluarga dan warga sudah menunggu kedatangan para jemaah haji tersebut sejak siang.

Tampak hadir di tengah-tengah tangis bahagia dan peluk haru jemaah haji dan keluarganya tersebut Kepala Kantor Kemenag Buleleng, I Gede Sumarawan, para pejabat Kemenag Buleleng, Takmir Masjid Agung Jami’ Singaraja, warga Singaraja dan tentu keluarga para jemaah haji.

Jemaan haji asal Buleleng masuk Kloter 71 Embarkasi Surabaya. Para jemaah haji berangkat pada Rabu, 21 Mei 2025. Saat itu, mereka dilepas Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra,Sp.OG., di Masjid Agung Jami’ Singaraja. Di antara para jemaah haji tersebut ada jemaah haji tertua yakni Siti Maimunah binti Gozali (90 tahun) yang berasal dari Pegayaman.

Dua bus yang mengangkut jemaah haji asal Buleleng tiba di depan Masjid Agung Jami’ Singaraja sekitar pukul 16.00. Molor beberapa jam dari jadwal yang direncanakan, karena terjebak macet di daerah Banjar.

Begitu bus sampai, dan para jemaah haji turun satu per satu bus, warga dan keluarganya langsung menyambutnya. Ada yang meneteskan air mata bahagia, ada yang menahan tangis haru. Mereka langsung memeluk jemaah haji.

Beberapa jemaah haji yang sepuh harus dibopong turun dari bus dan langsung disambut kursi roda. Seperti jemaah tertua Hj. Siti Maimunah. Ia dipeluk tangis haru dari keluarganya. Bahkan Penghulu/Imam Desa Pegayaman, TGH Abdul Ghofar Ismail, yang hadir menyambut jemaah haji dari Pegayaman, tampak menyalaminya.

Para jemaah haji pun tak kalah harunya. Beberapa jemaah haji tampak tak kuasa menahan airmatanya. Setiap ada yang menghampiri dan menyalami, mereka tampak menangis haru dan bahagia.

Meskipun beberapa jemaah haji asal Buleleng sudah lansia, mereka kembali dengan sehat dan telah melaksanakan ibadah haji dengan baik. “Alhamdulillah sehat. Ibu baik,” kata putri dari jemaah haji tertua Hj. Siti Maimunah, yakni Hj. Mariyati. Ia tampak berkaca-kaca di tengah keramaian warga dan keluarga yang menjemput jemaah haji asal Buleleng.

Hj. Siti Maimunah terlihat sehat, meskipun harus duduk di kursi roda. Raut wajahnya juga tampak capek, karena perjalanan panjang melaksanakan ibadah haji, hingga akhirnya kembali ke Singaraja. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *