BULELENG – Ribuan warga Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali tumpah ruah di jalan jalur Pegayaman ke Singaraja, Rabu (21/5/2025). Mereka mengantar 16 calon jemaah haji asal Desa Pegayaman ke Masjid Agung Jamik Singaraja.
Mereka menggunakan ratusan kendaraan roda empat dan roda dua. Dikawal aparat kepolisian dan Banser, mereka berangkat dari Desa Pegayaman sekitar 11.00 Wita.
Sejak pagi warga menuju ke Masjid Jamik Safinatussalam Pegayaman. Jalan-jalan di desa tua di Bali Utara tersebut dipadati kendaraan roda empat, mulai minibus sampai pickup. Gang-gang di sekitar Masjid Jamik Safinatussalam Pegayaman dipenuhi kendaraan roda dua atau sepeda motor.


Warga Pegayaman berkumpul di Masjid Jamik Safinatussalam untuk melepas 16 calon jemaah haji yang akan berangkat ke Kota Suci Mekkah dan Madinah. Mereka adalah keluarga, kerabat, tetangga dan warga Pegayaman. Keberangkatan ke Tanah Suci menjadi momen sakral bagi Desa Pakraman.
Acara tersebut dihadiri tokoh-tokoh Desa Pegayaman, seperti Penghulu/Imam Desa, TGH Abdul Ghofar Ismail, Perbekel Desa Pegayaman, Agus Asyghor Ali, Ketua Takmir Masjid Jamik Safinatussalam Pegayaman, Rabihuddin, serta tokoh-tokoh lainnya.
Kalimat talbiyah terus bergema di masjid yang menjadi juara 1 dalam lomba masjid nasional ini. Beberapa warga tampak meneteskan airmata. Perasaan haru, sedih-bahagia bagai bercampur aduk.
Acara seremoial pelepasan dimulai sekitar pukul 10.00 Wita. Dalam sambutannya, Ketua Takmir Masjid Safinatussalam Pegayaman, Rabihuddin, menitip pesan kepada para calon jemaah haji yang akan berangkat agar di Tanah Suci nanti mendoakan agar Desa Pegayaman diselamatkan. “Terhindari dari segala macam bencana,” harapnya.
Juga ia meminta agar warga Pegayaman didoakan agar dimurahkan rezekinya, dan mendapat panggilan untuk nanti menunaikan ibadah haji juga.


Sementara perwakilan calon jemaah haji, Muhammad Qosim, berharap agar warga Pegayaman mendoakan agar para calon jemaah haji sehat dan selamat sampai ke Tanah Suci dan nanti kembali ke Pegayaman. “Kami juga mohon doa agar dilancarkan dalam melaksanakan ibadah. Mudah-mudahan kami bisa melaksanakan ibadah haji dengan sempurna,” kata Qosim.
Ia juga meminta maaf kepada warga apabila selama ini melakukan kesalahan dalam kehidupan keseharian. “Agar tuntas hambluminannas di Tanah Air, agar kami fokus ibadah hamblumminallah di Tanah Suci Mekkah dan Madinah. Agar kami pulang mendapat predikat haji yang diterima oleh Allah SWT. Haji mabrur,” ujar Qosim.
Sementara Penghulu/Imam Desa Pegayaman, TGH Abdul Ghofar Ismail, mendoakan agar para calon jemaah haji dari Pegayaman diberikan kesehatan dan kekuatan, sehingga mendapatkan predikat haji mabrur. Ia juga mendoakan agar yang belum berangkat haji, segera mendapat panggilan.
Imam Desa Pegayaman lantas melepas calon jemaah haji Desa Pegayaman dengan didahului memimpin pembacaan doa, yang diikuti warga yang hadir di Masjid Jamik Safinatussalam.
Setelah acara seremonial, para calon jemaah haji menuju mobil-mobil masing-masing. Mobil-mobil mereka ada yang parkir di depan masjid, di jalan utama desa, dan bahkan di depan kantor Desa Pegayaman.
Grup hadrah mengiringi para calon jemaah haji menuju kendaraannya. Beberapa calon jemaah haji harus dituntun dan dibopong karena lanjut usia. Bahkan calon jemaah haji tertua di seluruh Bali berasal dari Desa Pegayaman, yakni Siti Maimunah yang kini usianya 91 tahun.
Iring-iringan kendaraan calon jemaah haji Desa Pegayaman dan pengantarnya mulai bergerak sekitar pukul 11.00 Wita. Mereka dikawal aparat kepolisian dan Banser menuju tempat berkumpulnya calon jemaah haji asal Buleleng di Masjid Agung Jamik Singaraja. Jaraknya antra Desa Pegayaman sekitar 10 km.
Dari Desa Pegayaman, kendaraan jemaah dan para pengantarnya yang berjumlah ratusan, baik yang roda empat maupun roda dua menyusuri jalan desa. Melewati Desa Pumahan, lalu belok kanan ke jalan utama Denpasar-Singaraja. Ujung terakhir kendaraan yang mengantar calon jemaah haji Pegayaman tercatat sekitar pukul 11.17 Wita.


Tak pelak, iring-iringan kendaraan calon jemaah haji Pegayaman dan kendaraan para pengantarnya membuat kemacetan, terutama di Jalan Diponegoro. Para jemaah calon haji asal Desa Pegayaman dan para pengantarnya kemudian bergabung dengan pengantar dari calon jemaah haji dari desa atau kelurahan lainnya. Jalan Imam Bonjol ditutup. Hanya kendaraan calon jemaah yang diijinkan masuk.
Ribuan pengantar calon jemaah haji memadati Masjid Agung Jamik Singaraja, dan Jalan Imam Bonjol. Para calon jemaah haji asal Buleleng dilepas Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna untuk menuju Asrama Haji Surabaya. Dari sana para tamu Allah tersebut akan berangkat ke Tanah Suci. (bs)

