Kurun Waktu 17-23 Maret, Bencana Alam di Bali Telan 4 Korban Jiwa, Kerugian Rp 1,9 Miliar

DENPASAR – Dalam kurun waktu 17 – 23 Maret 2025, terjadi Provinsi Bali bencana yang menelan 4 korban jiwa, 3 orang luka dan kerugian mencapai Rp 1,9 miliar lebih. Demikian rilis yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Minggu (23/3/2025).

Dijelaskan dalam rilis tersebut, berdasarkan data yang dirangkum oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD) Provinsi Bali serta BPBD Kabupaten/Kota se-Bali, hujan dan angin kencang masih menjadi penyebab sebagian besar kejadian bencana alam tersebut. Baca informasi selengkapnya di : https://online.fliphtml5.com/peqfz/afzl/

Bencana alam yang melanda Bali tersebut yakni cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang. Ini terjadi di 141 titik, yaitu 20 titik di Kabupaten Jembrana, 6 titik di Kabupaten Buleleng, 24 titik di Kabupaten Bangli, 22 titik di Kabupaten Karangasem, 4 titik di Kabupaten Gianyar, 19 titik di Kota Denpasar, 10 titik di Kabupaten Badung, 18 titik di Kabupaten Tabanan dan 18 titik di Kabupaten Klungkung.

Bencana lainnya yakni tanah longsor terjadi di 3 titik, yaitu 1 titik di Kabupaten Badung, 1 titik di Kabupaten Gianyar dan 1 titik di Kabupaten Buleleng. Estimasi kerusakan Rp 70.000.000.

Menurut Sekretaris BPBD Provinsi Bali, Gede Teja, dalam rilisnya tersebut, berdasarkan Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Dasarian II Maret 2025 dari BBMKG Wilayah III Badung, sebagian wilayah Bali masih dalam periode musim hujan. Curah hujan dengan intensitas rendah hingga sedang masih berpotensi terjadi. 

“BPBD Provinsi Bali mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, demi mewujudkan Bali yang tangguh bencana,” ujarnya. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *