BULELENG – Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., bersama Wakil Bupati Gede Supriatna, anggota Forkopimda, BUMN dan ormas-ormas melaksanakan Safari Ramadhan 1446 di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Jumat (7/3/2025). Sebelum berbuka puasa bersama, Bupati Sutjidra menyampaikan sejumlah pesan kepada warga.
“Tiap bulan suci Ramadhan kami selalu berbagi kepada masyarakat yang memang kurang mampu dan sangat memerlukan bantuan. Ini menandakan bahwa pemerintah Kabupaten Buleleng selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Baik masyarakat Hindu, Kristen dan juga masyarakat Muslim, termasuk yang ada di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak ini,” ujar Bupati Sutjidra.
Pada kesempatan itu, Bupati asal Desa Bontihing ini menjelaskan, Safari Ramadhan 1446 ini untuk memperkuat tali silaturahmi antara Pemkab Buleleng dan Forkopimda dengan masyarakat, khususnya masyarakat Muslim yang ada di Desa Sumberklampok.
“Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, di bulan yang penuh berkah dan suka cita ini, marilah kita meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan meningkatkan amal ibadah, meningkatkan kebersamaan, meningkatkan toleransi dan meningkatkan amal kepada sesama yang kurang mampu,” ajaknya.



Bupati Sutjidra juga memohon, karena hari raya Idul Fitri bersamaan dengan hari raya Nyepi, masyarakat agar saling menghormati dan saling menghargai satu umat dengan umat lainnya.
“Mari kita tingkatkan solidaritas dalam beragama, saling menghargai, saling menghormati. Bahwa kita ini semua krama Buleleng. Kami menyama brama. Saling menghormati, saat hari raya saling mengunjungi. Sehingga hal ini tidak dipecah-belah oleh oknum yang ingin memperkeruh suasana. Khususnya suasana yang sudah damai dan tenteram di Desa Sumberklampok dan di Kecamatan Gerokgak ini. Semoga perayaan hari raya Nyepi dan perayaan hari raya Idul Fitri dapat berjalan dengan aman, damai, dan lancar,” harap Bupati Sutjidra.
Hal senada disampaikan Dandim 1609/Buleleng, Letkol Kav. Angga Nurdyana. Menurutnya, kegiatan Safari Ramadhan ini untuk menyapa umat Muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa. “Ini salah satu bentuk memperkuat ukhuwah Islamiah, memperkuat persaudaraan tidak semata dengan sesama umat Muslim, tapi juga dengan umat yang lainnya. Dengan suku yang lain, dan etnis yang lain,” ujarnya.
Atas beberapa permasalahan di Desa Sumberklampok, Dandim mengimbau agar dijauhi prasangka buruk. Apalagi sekarang sedang dalam melaksanakan ibadah puasa.
“Perbesarlah untuk berbaik sangka. Karena buruk sangka itu adalah dosa. Bagaimana menghilangkan buruk sangka, kita harus percaya kepada ulil amri, yaitu yang memiliki kekuasaan dan otoritas,” tegasnya.
Menurut Dandim, percayalah bahwa putusan terhadap suatu hal yang telah ditetapkan itu berdasarkan suatu pemikiran, suatu telaah demi kebaikan semua. “Hadapilah semua itu dengan suatu kesabaran. Percayalah bahwa itu merupakan bagian dari sunnatullah. Jadi, marilah meningkatkan iman kita, kita tingkatkan berbaik sangka,” harapnya.
Sementara Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa bagi warga Muslim di Sumberklampok. “Semoga lancar,” katanya.
Kapolres berpesan agar warga menghindari kegiatan yang tidak ada manfaatnya, yang dapat mengurangi nilai ibadah puasa. Misalnya trek-trekan dan main petasan. “Itu harus dihindari karena merugikan diri sendiri dan orang lain,” katanya.
Kapolres juga berpesan bahwa ramadhan merupakan momentum untuk meningkatkan kerukunan dan toleransi, saling menghormati antarumat beragama dan tetap merawat keharmonisan sosial dalam masyarakat.



Kajari Buleleng, Edi Irsan Kurniawan, SH, M.Hum., menyampaikan, seperti yang dibacanya di buku, bahwa Ramadhan itu bulan pendidikan. Kenapa disebut bulan pendidikan, karena di dalam bulan Ramadhan itu ada nilai pendidikan. Salah satunya pendidikan spiritual.
“Apa itu pendidikan spiritual, yaitu bahwa individu Muslim yang menjalankan ibadah puasa itu mampu menerjemahkan ibadah yang dia lakukan itu dalam pola prilaku kehidupan sehari-hari,” katanya.
Kedua, kata Kajari Buleleng, dalam Ramadhan, ada kesadaran terhadap nilai-nilai yang ada di dalam lingkungan kita. Nilai-nilai baik yang ada dalam diri kita, dalam keluarga dan di dalam masyarakat. Bisa membedakan yang baik, dan mana yang tidak baik.
Ketiga, berpuasa adalah pendidikan pengendalian diri. Yakni mampu untuk mengendalikan diri.
Keempat, dalam Ramadhan ada nilai menguatkan kepada keberagaman. “Kita ini hidup dalam keberagaman. Dalam keberagaman itu kita harus bisa berbaur, harus bisa saling menghormati. saling menghargai satu dengan yang lainnya,” kata Kajari Edi Irsan Kurniawan.
Menurutnya, perbedaan bukan masalah, tetapi harus tetap komitmen untuk saling menghargai dan menghormati perbedaan. Bagaimana umat Muslim menghargai umat yang lain, demikian sebaliknya, sehingga bisa terwujud kebersamaan dan persatuan.
Kelima, kata dia, Rasulullah mengajarkan kepedulian sosial kepada manusia, mengajarkan kita untuk peduli. “Mumpung Ramadhan harus digunakan untuk memuliakan tetangga kita, saudara-saudara kita yang kurang mampu,” ujarnya.
Kajari juga mengajak, marilah sama-sama kita saling menghormati, saling menghargai, ada kesadaran, ada pengendalian diri dan ada kesadaran untuk mematuhi aturan yang berlaku. Marilah kita sama-sama menjadi pahlawan dalam penegakan aturan. Bahwa kita adalah warga negara yang patuh kepada hukum yang disepakati bersama,” jelasnya.

Sementara Ketua Baznas Buleleng, H. Edy Buimin, menjelaskan, tujuan Safari Ramadhan 1446 ini untuk menyapa para jamaah. Untuk mempererat silaturahmi, mempererat kerukunan. Mudah-mudahan ramadhan ini penuh dengan kedamaian, kebersamaan. Semoga puasa kita berkah,” harapnya.
Safari Ramadhan di Desa Sumberklampok dipusatkan di Masjid Ainul Yaqin. Rombongan Safari Ramadhan antara lain, Bupati Sutjidra, Wabup Supriatna, Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, Dandim 1609/Buleleng Letkol Kav. Angga Nurdyana, Kepala Kejari Buleleng, Edi Irsan Kurniawan, SH, M.Hum., Kaban Kesbangpol Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono, Kadis Sosial Putu Kariaman Putra, Kepala Kemenag Buleleng, Gede Sumarawan, Kasi Bimas Islam Kemenag Buleleng, H. Ismail, dan jajaran Forkopika Gerokgak.
Juga hadir Ketua MUI Buleleng, HB Ali Musthofa, Ketua Baznas Buleleng, Edy Buimin, Ketua PCNU Buleleng, Rahmat Al Baihaqi, Wakil Ketua Muhammadiyah H. Imam Syafi’i, serta pimpinan ormas di Buleleng, dan sejumlah pimpinan BUMN di Buleleng. Safari Ramadhan diakhiri dengan buka puasa bersama. (bs)

