Bencana Awal Februari 2025 di Bali, 4 Meninggal, Kerugian Capai RP 900 Juta

DENPASAR – Bencana alam di Bali pada awal Februari (3-9 Februari) 2025 menyebabkan 4 orang meninggal dunia, 6 mengalami luka. Kerusakan yang ditimbulkan senilai Rp 934.000.000. Demikian rilis yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Minggu (9/2/2025). 

“Berdasarkan data yang dirangkum oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali serta BPBD kabupaten/kota se-Bali, curah hujan yang tinggi dan angin kencang masih menjadi penyebab sedikitnya 69 kejadian, menyebabkan 4 orang korban meninggal dunia dan 6 orang mengalami luka. Kerusakan sebesar Rp 934.000.000,” jelas Sekretaris BPBD Provinsi Bali, Gede Teja, atas nama Kalaksa BPBD Provinsi Bali dalam rilisnya. Baca selengkapnya : https://online.fliphtml5.com/peqfz/cqve/

Dari 69 kejadian bencana tersebut, jelas dia, diantaranya pohon tumbang yang terjadi di 40 titik. Yaitu 12 titik di Kabupaten Karangasem, 4 titik di Kabupaten Buleleng, 15 titik di Kabupaten Bangli, 1 titik di Kabupaten Gianyar, 3 titik di Kabupaten Jembrana, 1 titik di Kabupaten Tabanan, 2 titik di Kabupaten Badung dan 2 titik di Kota Denpasar. 

“Korban jiwa 4 orang dan korban luka 6 orang. Estimasi nilai kerusakan yang ditimbulkan Rp 572.000.000,” kata Gede Teja.

Berikutnya bencana tembok jebol, terjadi di 5 titik, yaitu 3 titik di Kabupaten Karangasem dan 2 titik di Kabupaten Buleleng. Tidak ada korban jiwa atau luka. Estimasi nilai kerusakan yang ditimbulkan Rp 35.000.000.

Bencana atap rumah roboh terjadi di satu titik di Kabupaten Jembrana dengan estimasi nilai kerusakan yang ditimbulkan Rp 5.000.000. Atap dapur roboh di satu titik di Kabupaten Jembrana dengan estimasi nilai kerusakan yang ditimbulkan Rp 8.000.000. Senderan jebol terjadi di satu titik di Kabupaten Buleleng. Estimasi nilai kerusakan yang ditimbulkan Rp 6.000.000.

Sementara bencana tanah longsor terjadi di 19 titik, yaitu satu titik di Kabupaten Karangasem, 13 titik di Kabupaten Buleleng, dan 5 titik di Kabupaten Bangli. Estimasi nilai kerusakan yang ditimbulkan Rp 283.000.000.

Bencana banjir terjadi di satu titik di Kabupaten Buleleng. Estimasi nilai kerusakan yang ditimbulkan Rp 25.000.000.

Menurut Gede Teja, berdasarkan peringatan dini cuaca dan iklim dasarian I, Februari 2025, dari BBMKG Wilayah III Badung, Bali sudah memasuki musim hujan. Warga diimbau untuk mewaspadai curah hujan tinggi yang dapat menyebabkan genangan air, banjir, tanah longsor dan pohon tumbang.“Dengan semakin seringnya kejadian bencana, BPBD Provinsi Bali mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, demi mewujudkan Bali yang tangguh bencana,” tegas Gede Teja. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *