Menelusuri Jejak Nabi Muhammad SAW dalam Isra’ Mi’raj untuk Pendidikan Karakter

  • Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di MA Syamsul Huda Tegallinggah

BULELENG – Madrasah Aliyah (MA) Syamsul Huda Tegallinggah menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) sebagai panitia pelaksana. Peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini bertema “Menelusuri Jejak Nabi Muhammad SAW dalam Isra’ Mi’raj untuk Pendidikan Karakter”.

Pengajian ini dihadiri oleh Pengurus Yayasan Syamsul Huda Dewata, guru-guru TPQ Syamsul Huda, serta guru, staf, dan siswa-siswi MA Syamsul Huda. Acara dimulai dengan sambutan Ketua Panitia, Levi Ahmadi, yang juga menjabat sebagai pengurus OSIM. Ia menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf.

Kepala Madrasah, Baitullah, S.Pd.I., dalam sambutannya mengingatkan, meskipun peringatan Isra’ Mi’raj kali ini dilaksanakan pada bulan Sya’ban, hal tersebut tidak menjadi masalah karena yang terpenting adalah niatnya. Ia juga memohon doa dari jamaah untuk kesembuhan Ustadz Drs. Jamhuri, pengasuh Ponpes Syamsul Huda, agar segera diberi kesehatan dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.

Kepala Madrasah Baitullah mengucapkan rasa syukur karena dapat berkumpul dalam majelis ini. “Semoga pertemuan kita di sini menjadi pertemuan yang membawa kita kelak berkumpul di surganya Allah SWT,” ujarnya. 

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini, terutama kepada pengurus yayasan, serta pengurus OSIM yang telah berupaya keras untuk mensukseskan acara ini. “Mohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan,” katanya.

Kepada para jamaah yang hadir, Kepala Madrasah berharap agar mereka dapat mendengarkan tausiyah yang akan disampaikan oleh Ustadz Jazur Rohim, M.Pd. dengan seksama. Ia juga mengingatkan agar seluruh siswa membuat rangkuman dari tausiyah tersebut. 

Di akhir sambutannya, Kepala Madrasah Baitullah memberikan pesan kepada siswa-siswi kelas XII untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi asesmen madrasah yang semakin dekat.

Sementara Ustadz Jazur Rohim, M.Pd., yang merupakan putra pertama dari pengasuh Ponpes Syamsul Huda, dalam ceramahnya mengungkapkan hikmah-hikmah dari peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Di antaranya mengenai perintah sholat, perjalanan Isra’ Mi’raj, serta pentingnya menghindari sifat tamak atau rakus. 

Ustadz Jazur juga menjelaskan hakikat sholat sebagai suatu bentuk dialog antara makhluk dan Pencipta. “Sholat adalah hadiah bagi Nabi Muhammad SAW,” ujarnya. 

Ustadz Jazur Rohim mengutip kitab “Fathul Mu’in”, yang menjelaskan bahwa sholat harus dilakukan dengan niat yang tulus dari hati agar terasa nyaman dan khusyuk. “Hilangkan segala pikiran duniawi, fokuskan diri hanya kepada Allah,” pesannya.

Ustadz Jazur mengingatkan jamaah untuk menjadikan sholat bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi sebagai kebutuhan spiritual. “Jika kamu merasa nyaman dengan maksiatmu, kenapa tidak merasa nyaman dengan sholatmu?” tambahnya, mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan kualitas ibadah.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Drs. H. Maujir, diikuti oleh seluruh jamaah yang hadir. Semoga peringatan Isra’ Mi’raj ini membawa berkah dan semakin memperkuat iman serta kedisiplinan dalam beribadah. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *