Pra Popnas, Sepak Takraw Bali Taklukkan Banten

SOLO – Pra Popnas (Pekan Olah Raga Pelajar Nasional) 2024 zona II dan III yang digelar di Kota Solo, Jawa Tengah dari tanggal 11 hingga 18 November 2024 dimana Pra Popnas merupakan ajang kualifikasi untuk pelajar-pelajar dari seluruh provinsi di Indonesia sebelum bertanding di Popnas. Popnas 2025 mendatang akan digelar di Aceh dan Sumut.

Dalam pelaksanaan Pra Popnas di Kota Solo, tim sepak takraw Provinsi Bali dibawah komando pelatih Wayan Suara berhasil menundukkan tim sepak takraw Provinsi Banten, Jumat (15/11/2024) pagi.

Tim Sepak Takraw Provinsi Bali dibantu tiga pemain yang berasal dari Kabupaten Buleleng yakni I Putu Nova Sujana, Gede Topan Satria Sanjaya dan Kadek Reditya. Ketiga pemain tersebut merupakan para atlet jagoan Kabupaten Buleleng yang memperkuat tim Provinsi Bali.

Dalam pertandingan perebutan juara grup, Tim Sepak Takraw Bali dihadapkan dengan Provinsi Banten. Dalam pertandingan babak pertama pada set awal Provinsi Bali berhasil menaklukkan Provinsi Banten dengan skor 15-7. Kemudian untuk set kedua kembali Provinsi Bali mengungguli Provinsi Banten dengan skor 15-9.

Dalam pertandingan Sepak Takraw pada regu dua, kembali Bali menempati posisi pertama, menang atas Provinsi Banten. Dimana dalam set pertama Provinsi Bali berhasil menaklukkan Provinsi Banten dengan skor 14-17 kemudian untuk set kedua Provinsi Bali berhasil ditaklukkan oleh Provinsi Banten dengan skor 15-16.

Menurut Wayan Suara, menjelang pelaksanaan Pra Popnas yang diselenggarakan di Solo, para atlet Bali sangat singkat melakukan persiapan dimana para atlet Bali khususnya Sepak Takraw hanya mendapankan pelatihan persiapan selama 10 hari.

“Terus terang dalam persiapan menjelang mengikuti Pra Popnas kami sempat merasa was-was dimana atlet kami yang berjumlah keseluruhan 11 orang hanya mendapatkan persiapan sepuluh hari. Terus terang kami sebenarnya ingin waktu lebih karena menyamakan langkah para atlet kami yang terdiri dari empat Kabupaten yakni Buleleng tiga orang, Badung tiga orang, Kabupaten Gianyar tiga orang dan dari Denpasar dua orang atlet. Untuk menyamakan langkah saya sebenarnya memerlukan waktu yang panjang karena para atlet kami berasal sari empat Kabupaten,” jelas Suara.

Dengan keterbatasan waktu, lanjut Suara sehingga semua program yang seharusnya dipahami para atlet tidak mampu tersalurkan dengan baik. “Karena keterbatasan waktu sehingga kami tidak bisa memberikan atau menyalurkan semua program kami kepada para atlet,” akunya.

Namun meskipun dengan waktu yang sangat terbatas, para atlet Bali mampu merebutkan  menjadi juara grup yang juga merupakan tiket untuk mengikuti Popnas ke Aceh. “Meskipun dengan keterbatasan waktu namun kami mampu merebutkan juara grup hal itu merupakan tiket kami nantinya ke Popnas,” lanjutnya.

Dikonfirmasi kendala yang ada di lapangan, ia mengakui tidak ada hambatan yang dihadapi saat pelaksanaan Pra Popnas. “Kalau masalah kendala saat pelaksanaan Pra Popnas kami tidak mendapatkan kendala semuanya berjalan lancar sehingga tim kami Provinsi Bali mampu menjadi juara grup semoga kedepannya menjadikan teket menuju ke Popnas di Aceh dan Sumut,” tutupnya. (r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *