Target Partisipasi Pilkada Bali 75 Persen, KPU Bali Gelar Sosialisasi Lewat “Ride Music for Democracy”

DENPASAR – KPU Provinsi Bali menggelar acara spektakuler bertajuk Ride Music For Democracy, Minggu (3/11/2024). Suara motor besar dan mobil tua antik menggelegar sepanjang jalan dari kantor KPU Provinsi Bali di kawasan Renon hingga ke Pantai Mertasari Sanur. Di sana, ada pentas musik yang menampilkan grup-grup band dan penyanyi papan atas semacam Navicula, The Small Axe, Bobi Dinas, dan Brewok. 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sosialisasi Pilkada Bali 2024, yang akan digelar 27 November 2024. “Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi dorongan masyarakat untuk minimal bertanya “ada apa ini”. Syukur kita bisa membuat event ini sudah dengan selamat,” kata Ketua KPU Provinsi Bali, Dewa Agung Gede Lidartawan, dalam sambutannya.

“Saya ingin mengingatkan sebentar lagi kita mempunyai hajatan. Kami penyelenggara sudah sangat siap, 95% persiapan kami sudah selesai. Saya berharap kepada rider-rider agar membantu mensosialisasikan 27 November 2024 kita bersama-sama untuk memilih pemimpin yang akan kita gantungkan nasib kita dan anak cucu kita,” sambung Lidartawan. 

Menurutnya, KPU Bali menargetkan tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada Serentak 2024 nanti minimal 75 %. “Buleleng yang kecil partisipasi masyarakatnya, minimal harus 65 %. Kemarin kita sudah berhasil di tahun 2020 tidak ada sengketa. Pemilu 2024 juga kita menjadi satu-satunya KPU yang tidak ada sengketa,” paparnya.

Dikatakan, Ride Music for Democracy akan dijadikan event sosialisasi di KPU RI. “Mudah-mudahan apa yang kita buat menjadi sesuatu yang berharga untuk kita, karena tidak ada satu pun KPU lain yang membuat event seperti ini,” tegasnya.

Lidartawan mengajak semua pihak bekerja sama membuat Bali menjadi contoh demokrasi terbaik. “Mari kita buat supaya di Bali menjadi yang terbaik di Indonesia, dan nanti semua belajar demokrasi ke Bali. Saya juga sudah sampaikan kepada kandidat baik menang atau kalah mari terima dengan lapang dada, karena kami di penyelenggara yakin betul tidak ada kecurangan,” ujarnya. 

Jika ada kecurangan yang dilakukan penyelenggara, kata dia, selamanya orang itu tidak akan bisa menjadi penyelenggara. “Mari kita tunjukkan ke masyarakat bahwa kita mampu menjadi penyelenggara yang baik,” tandasnya. 

Sementara Komisioner KPU Provinsi Bali, I Gede John Darmawan, menjelaskan, dengan acara tersebut minimal ada pertanyaan kapan pilkada ini. Setelah itu ada pertanyaan siapa calonnya, dan setelah itu ada pertanyaan bagaimana cara memilihnya. 

“Saya yakin yang hadir di sini tanpa disuruh pasti sudah hadir ke TPS, tetapi berbeda dengan anak-anak kita, mereka belum pernah memiliki pengalaman dalam memilih. Anak anak kita yang akan membawa kita ke dalam proses Indonesia Emas. Kita kaya, domestik bruto kita tinggi. Kita sedang menuju Indonesia Emas. Di sinilah saatnya, itulah mengapa kami di KPU selalu melaksanakan proses sosialisasi, mengajak kita semua untuk berpartisipasi,” saat menyampaikan sosialisasi kepada peserta dan pengunjung Ride Music For Democracy. 

“Mari kita sama-sama ajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi. Setelah pulang nanti minimal sampaikan ajakan untuk datang ke TPS kepada orang-orang terdekat kita. Kita tidak hanya memikirkan hari esok, namun juga harus memikirkan masa depan. Kita memilih secara mandiri, harapannya adalah anak cucu kita bisa menikmati hasil pembangunan ini dengan baik, tentunya kita di hari tua dapat menikmati itu semua,” sambung John. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *