Mulia-PAS Akan Wujudkan 1.000 Startup Berbasis UMKM, Solusi Ciptakan Lapangan Kerja Baru

DENPASAR – Pemilihan Gubernur Bali (Pilgub) 2024 semakin dekat, dan pasangan calon nomor 1, Made Muliawan Arya atau yang dikenal dengan De Gadjah, bersama Putu Agus Suradnyana (PAS), atau yang dikenal sebagai Mulia-PAS, telah menyusun berbagai program unggulan untuk membawa Bali menuju masa depan yang lebih baik.

Program-program ini tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan dan kesehatan, tetapi juga mencakup bidang ekonomi, seni, budaya, serta peningkatan infrastruktur, yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Bali.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Tim Pemenangan Mulia-PAS adalah Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Bali, I Kadek Budi Prasetya alias Mr Rambo.

Mr. Rambo merinci beberapa program unggulan tersebut untuk diketahui oleh masyarakat luas. “Ada program pendidikan dan beasiswa bagi generasi muda karena Mulia-PAS peduli dengan pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) Bali,” paparnya, Rabu, 30 Oktober 2024.

Mulia-PAS berkomitmen untuk menyediakan sekolah gratis bagi siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Bali.

Selain itu, mereka juga merencanakan subsidi khusus untuk sekolah swasta guna mengurangi beban biaya pendidikan. Mulia-PAS juga akan meluncurkan program Beasiswa Bali Dwipa Jaya yang ditujukan bagi mahasiswa berprestasi yang ber-KTP Bali.

Program ini bertujuan untuk mendorong generasi muda Bali agar mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Pasangan Mulia-PAS berencana membangun rumah sakit ibu dan anak dengan standar internasional.

Kehadiran rumah sakit ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak dengan kualitas yang mumpuni. Selain itu, fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat Bali terhadap layanan kesehatan di luar daerah, sehingga masyarakat Bali dapat memperoleh pelayanan kesehatan terbaik di wilayahnya sendiri.

Pun Mulia-PAS memiliki komitmen kuat untuk mendukung otonomi desa adat sebagai salah satu benteng budaya Bali. Mereka berencana menyediakan pendampingan hukum bagi desa adat, agar hak-hak mereka terlindungi secara legal.

Selain itu, pasangan ini juga akan meningkatkan kesejahteraan tokoh-tokoh masyarakat, seperti sulinggih, pemangku, dan pecalang, melalui bantuan khusus dan insentif. Dukungan ini mencerminkan perhatian mereka terhadap pelestarian budaya dan adat istiadat Bali yang kaya dan beragam.

Tak berhenti sampai di situ, untuk sektor ekonomi kreatif dan UMKM menjadi fokus penting dalam program Mulia-PAS. Mereka bercita-cita mewujudkan 1.000 startup berbasis UMKM sebagai salah satu solusi untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian lokal.

Melalui pengembangan UMKM, Mulia-PAS berharap masyarakat Bali dapat lebih mandiri secara ekonomi dan mampu menghadapi persaingan di era digital saat ini. Tambah Mr. Rambo, untuk meningkatkan pendapatan daerah, Mulia-PAS berencana mengoptimalkan aset-aset daerah dengan pendekatan yang transparan.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pemasukan daerah, tetapi juga memastikan bahwa seluruh pengelolaan aset dilakukan secara terbuka dan dapat diawasi oleh publik. Dengan demikian, harapannya adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.

Sebagai bagian dari upaya untuk mengembangkan potensi olahraga di Bali, Mulia-PAS berkomitmen membangun stadion olahraga dengan standar nasional dan internasional. Stadion ini diharapkan mampu menjadi tempat penyelenggaraan berbagai event olahraga, baik tingkat nasional maupun internasional, yang akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata Bali.

Selain itu, stadion ini diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan atlet-atlet muda Bali, sehingga Bali mampu melahirkan generasi atlet yang berprestasi di berbagai cabang olahraga. Mulia-PAS juga memahami pentingnya pelestarian budaya Bali, khususnya di bidang seni. Melalui program Seniman Bali Metaksu, mereka berencana memberikan insentif bagi sanggar seni di Bali.

Program ini bertujuan untuk mendukung seniman-seniman lokal dalam mengembangkan karya seni yang mencerminkan kearifan lokal Bali. Selain itu, Mulia-PAS juga memiliki program restorasi bangunan dan karya seni yang memiliki nilai sejarah tinggi di Bali, agar warisan budaya ini tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Nah, terkait dengan masalah sampah merupakan isu yang tidak bisa diabaikan, terutama di daerah yang menjadi destinasi wisata seperti Bali.

Untuk menuntaskan masalah ini, Mulia-PAS berencana membentuk badan khusus pengelolaan sampah yang bertugas mengatasi permasalahan sampah secara sistematis.

Dengan adanya badan ini, diharapkan pengelolaan sampah di Bali dapat lebih efektif dan efisien, serta mampu menjaga kebersihan lingkungan untuk mendukung pariwisata berkelanjutan. Sebagai bentuk perhatian kepada para petani Bali, Mulia-PAS berkomitmen untuk memberikan insentif bagi sistem subak, dengan besaran minimal Rp 50 juta per subak.

Selain itu, mereka juga akan menyediakan subsidi pupuk guna meringankan beban para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Melalui program ini, Mulia-PAS berharap dapat membantu para petani Bali agar tetap sejahtera dan mampu mempertahankan tradisi agraris Bali yang unik.

“Mulia-PAS juga memberikan perhatian khusus pada peningkatan infrastruktur di Bali, terutama di daerah-daerah yang masih terisolir. Mereka berencana membuka akses jalan baru di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau, sehingga masyarakat di daerah tersebut dapat merasakan kemudahan akses dan manfaat dari pembangunan. Peningkatan infrastruktur ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah terpencil dan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Bali,” paparnya.

Sedangkan dalam bidang ekonomi dan perdagangan, Mulia-PAS memiliki rencana untuk membangun Bali Trade Centre dalam bentuk factory outlet dan Nusantara Outlet. Pusat perdagangan ini akan menjadi tempat bagi masyarakat lokal untuk memasarkan produk mereka dan mendorong peningkatan daya saing produk Bali di pasar nasional maupun internasional.

Selain itu, Mulia-PAS juga akan memfasilitasi masyarakat Bali yang ingin bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri atau memilih untuk berwirausaha, guna memberikan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Bali.

Mulia-PAS berkomitmen untuk melanjutkan program Bali Mandara, dengan menghidupkan kembali berbagai program sosial seperti Simantri, Gerbangsadu, bedah rumah, jaminan kesehatan, dan pendidikan gratis.

Program Bali Mandara Reborn ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat Bali yang memerlukan bantuan sosial, serta memberikan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pembangunan Bandara Bali Utara menjadi salah satu proyek besar yang ingin direalisasikan oleh pasangan Mulia-PAS. Bandara ini diharapkan dapat membuka akses pariwisata di Bali Utara, sehingga tidak hanya Bali Selatan yang menjadi pusat kunjungan wisatawan. Dengan adanya bandara ini, diharapkan dapat memberikan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Bali.

“Saat ini, masih terdapat beberapa daerah di Bali yang mengalami masalah blankspot, atau wilayah tanpa sinyal. Mulia-PAS berjanji untuk memperluas jaringan telekomunikasi ke seluruh pelosok Bali agar seluruh masyarakat dapat menikmati akses internet yang memadai. Hal ini juga akan mendukung pendidikan, kesehatan, dan sektor-sektor lain yang sangat bergantung pada akses teknologi,” tandasnya.

Keunggulan pasangan Mulia-PAS terletak pada koneksi yang baik dengan Pemerintah Pusat. Adanya dukungan anggaran dari pusat, program-program pembangunan yang mereka rencanakan di Bali dapat lebih mudah terealisasi. Dukungan ini merupakan faktor penting untuk mempercepat kemajuan Bali, terutama dalam bidang infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat. (r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *