BULELENG – Masjid Jami’ Safinatussalam Desa Pegayaman meraih predikat terbaik pertama dalam Seleksi Anugerah Masjid Percontohan dan Ramah Provinsi Bali. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bali, Dr. Komang Sri Marheni, S.Ag., M.Si., menyerahkan piagam dan penghargaan kepada pengurus Masjid Jami’ Safinatussalam Pegayaman, di Kantor Kemenag Provinsi Bali, Denpasar, Senin (2/8/2024).
Atas prestasi tersebut, Masjid Jami’ Safinatussalam Pegayaman akan mengikuti llomba serupa di tingkat nasional. Kepala Kemenag Provinsi Bali, Dr. Komang Sri Marheni, S.Ag., M.Si., menyampaikan selamat kepada pengurus Masjid Jami’ Safinatussalam atas keberhasilan meraih juara terbaik pertama Anugerah Masjid Percontohon dan Ramah Provinsi Bali. Komang Marheni berpesan untuk mempersiapkan ke lomba tingkat nasional.
Ketua Pengurus Masjid Jami’ Safinatussalam Pegayaman, Rabihuddin, S.Ag., M.Pd.I, menerima langsung piagam dan sertifikat. Tampak hadir pada kesempatan pejabat di Kemenag Provinsi Bali.

Penilaian terhadap Masjid Jami’ Safinatussalam Pegayaman sendiri sudah dilaksanakan pada Kamis (22/8/2024) lalu. Penilaian saat itu dipimpin Kabid Bimas Islam Kemenag Provinsi Bali, Dr. H. Abu Siri, S.Ag., M.Pd.I.
Hadir dalam acara tersebut, selain tim penilai dari Kemenag Provinsi Bali, Kepala Kantor Kemenag Buleleng, I Made Subawa, Kasi Bimas Islam Kemenag Buleleng, H. Ismail, S.Ag., Kepala KUA Kecamatan Sukasada, H. Zulhikam, S.Ag., M.HI., dan para penyuluh.
Juga hadir Penghulu/Imam Desa Pegayaman, Abdul Ghofar Ismail, Kepala Desa Pegayaman, H. Agus Asghar Ali, serta pengurus Masjid Jami’ Safinatussalam Pegayaman.
Waktu itu, Ketua Pengurus Masjid Jami’ Safinatusalam Pegayaman, Rabihuddin, S.Ag., M.Pd.I., menjelaskan, yang dinilai ada tiga bagian. Pertama, bagian idarah (manajemen), termasuk administrasinya. Kedua, bagian imaroh, yakni bagian untuk memakmurkan masjid. Serta bagian ketiga, ri’ayah, yakni pemeliharaan.

“Alhamdulillah kita sudah bisa memenuhi sebagian besar kriteria-kriteria yang diminta oleh tim penilai,” kata Rabihuddin.
Menurutnya, berbeda dengan masjid lainnya, yang ditonjolkan Masjid Jami’ Safinatusslam dalam lomba ini adalah nilai sejarahnya. Dijelaskan, keistimewaan dari sejarah masjid ini adalah kehadirannya yang tidak bisa dilepaskan dari berdirinya Desa Pegayaman. “Jadi hampir berbarengan berdirinya Desa Pegayaman dengan berdirinya Masjid Jami’ Safinatussalam. Merupakan satu kesatuan atau satu paket,” ujarnya. (bs)

