Pameran “First Action”, Cara Perupa Undiksha Membangkitkan Gairah Berkarya

PAMERAN karya seni rupa digelar di Gallery Paduraksa Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha Singaraja. Dibuka Rektor Undiksha Singaraja, Prof. Wayan Lasmawan, Senin (12/8/2024), didampingi tiga wakil rektor, Prof. Gede Rasben Dantes, Prof. Wayan Artanayasa, dan Prof. I Ketut Sudiana. 

Pameran yang akan berlangsung hingga 30 Agustus 2024 ini, memasang tagline “First Action”. Beragam karya seni rupa dipajang, dengan beragam tema karya. Mulai lukisan, patung, kriya, hingga karya rupa baru. Tema-temanya beragam, dari alam hingga spiritual. 

Pameran ini menjadi cara para perupa Undiksha untuk membangkitan kembali gairah berkarya. “Pameran yang bertajuk “First Action” ini diikhtiarkan untuk mulai menata dan menyiapkan kembali ragam aktivitas kesenirupaan untuk disajikan di Gallery Paduraksa ini agar kembali bergairah serta menunjukkan kelasnya di dalam melangsungkan misi keberadaannya,” kata Koordinator Pameran, I Wayan Sudiarta.

Perupa yang juga dosen Seni Rupa di Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha Singaraja ini menuturkan, Singaraja merupakan daerah yang menyimpan sejuta kisah tentang kreativitas masyarakatnya sejak masa lampau. Kata dia, ada banyak artefak dan jejak-jejak kreativitas dan tingkat apresiasi masyarakat Buleleng terhadap seni di berbagai bidang, seperti musik, tari, arsitektur, seni kriya, teater, kesusastraan sampai ke seni era digital saat ini. 

“Pelaku seni dari Buleleng dikenal memiliki pendekatan artistik yang sangat lugas, progresif, adaptif sekaligus membumi dan memiliki karakteristik khas telah menjadikan Buleleng dan Bali Utara pada umumnya memiliki tempat khusus di tengah dunia kreatif di Bali,” katanya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga sudah cukup banyak menyiapkan ruang-ruang yang layak dan memadai untuk presentasi capaian-capaian kreativitas bidang seni pertunjukan, akan tetapi belum menyiapkan secara khusus ruang-ruang untuk mempresentasikan karya seni rupa. Sudiarta melihat, ruang-ruang yang pernah disediakan oleh pihak swasta sejauh ini ternyata kesulitan menjaga keberlangsungan dan kesinambungan eksistensinya untuk tetap menjadi tungku penggairah dinamika kreativitas bidang seni rupa.

Undiksha punya Gallery Paduraksa tempat memajang dan memamerkan karya-karya seni rupa, baik yang bersifat karya mandiri maupun hasil dari proses akademik formal. Sudiarta menuturkan, berbagai pameran sudah pernah digelar di ruangan ini yang telah menjadi bahan cerita betapa kampus FBS menampilkan warna tersendiri sebagai pengemban upaya pengembangan keilmuan di bidang bahasa dan seni.

Namun, katanya, wabah Covid19 telah membuat murung wajah Gallery Paduraksa ini karena aktivitas pameran relatif sangat jarang dilaksanakan dan karena rangkaian alasan logis tertentu perwajahan pameran yang dilaksanakan kurang menampilkan kualitas-kualitas yang diharapkan.

“Karena alasan tersebut maka melalui pameran yang bertajuk “First Action” ini diikhtiarkan untuk mulai menata dan menyiapkan kembali ragam aktivitas kesenirupaan untuk disajikan di Gallery Paduraksa ini agar kembali bergairah serta menunjukkan kelasnya di dalam melangsungkan misi keberadaannya,” katanya.

Sudiarta berharap, pada peristiwa seni rupa berikutnya keterlibatan peserta tidak hanya kalangan sempit warga kampus seni rupa FBS saja, melainkan masyarakat pelaku seni rupa di kancah daerah, nasional dan international, serta diapresiasi oleh publik seluas-luasnya melalui platform media digital.

Sementara Rektor Undiksha, Prof. Wayan Lasmawan, mengapresiasi pelaksanaan Pameran “First Action” tersebut. “Ini pameran hasil karya dosen, dosen purnabakti, mahasiswa dan mantan mahasiswa senirupa Undiksha, termasuk mewadahi karya-karya seniman di luar kampus. Ini sesuatu banget bagi Undiksha,” katanya.

Ia berharap, pesan atau makna seni yang dibawa oleh pameran kali ini membuat Undiksha lebih dikenal oleh masyarakat dan memiliki harga di mata masyarakat. “Harapan saya kegiatan seperti ini agar menajdi agenda tahunan, sehingga betul-betul bisa menjadi wadah bagi para seniman Undiksha dan seniman di luar Undiksha yang ingin menunjukkan karya seninya di Undiksha,” harapnya. 

Rektor Undiksha juga menginginkan pameran semacam itu menjadi agenda rutin bagi para seniman di Bali khususnya, bahkan seniman di dunia internasional. Level pameran ini tidak hanya di lokal saja tapi bahkan internasional. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *