Serikat Pekerja Tolak Rencana PT Angkasa Pura Support Ubah Status Pekerja dari PKWTT Menjadi PKWT

BADUNG – Serikat Pekerja Mandiri Angkasa Pura Support Denpasar menolak dengan tegas rencana PT Angkasa Pura Support (APS) mengubah status pekerja dari status dengan PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu) atau permanen menjadi pekerja dengan status PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) atau kontrak.

Penolakan tersebut disampaikan dalam surat yang ditujukan kepada Branch Manager Angkasa Pura Supports Denpasar tertanggal 1 Juli 2014. Surat bernomor : 12/SPMAPS/VII/2024 tersebut ditandatangani Ketua Umum Serikat Pekerja Mandiri Angkasa Pura Support Denpasar, Made Dodik Satriawan.

Surat penolakan tersebut disampaikan terkait rencana marger atau penggabungan PT Angkasa Pura Support yang akan dilakukan pihak direksi. Dengan penggabungan tersebut, para pekerja dengan status sebagai PKWTT menjadi pekerja dengan status sebagai PKWT.

“Hal ini telah menimbulkan keresahan bagi para pekerja PT Angkasa Pura Support (APS) Cabang Denpasar, sehingga kami segenap Pengurus dan Anggota Serikat Pekerja Mandiri (SPM) PT Angkasa Pura Support (APS) Cabang Denpasar menyatakan dengan tegas menolak rencana perubahan status pekerja di PT IAS (Intergrasi Aviasi Solusi),” tegas Made Dodik Satriawan dalam surat tersebut.

Terkait penolakan tersebut, para pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Mandiri Regional Bali, yang merupakan afiliasi dari Serikat Pekerja Mandiri Angkasa Pura Suport Cabang Denpasar serta segenap anggota FSPM Regional Bali, akan melakukan aksi damai.

Aksi damai penolakan perubahan status pekerja PT Angkasa Pura Support tersebut rencananya akan dilaksanakan di depan Kantor PT Angkasa Pura Support Cabang Denpasar, Jalan Baypass Ngurah Rai Tuban, Badung pada hari Kamis, 4 Juli 2024, pukul : 09.00 Wita. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *