Tahun Ini Berusia 70 Tahun, TK ‘Aisyiyah Singaraja Tertua Ketiga di Indonesia

TAMAN Kanak-Kanak (TK) tertua di Indonesia ternyata ada di Singaraja. TK tersebut yakni TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) Singaraja. TK ini tertua ketiga di Indonesia, setelah TK ABA di Yogyakarta dan TK ABA di Aceh.

Pada tahun 2024 ini, TK ‘Asiyiyah Singaraja memasuki usia 70 tahun. Puncak acara milad berupa Gebyar Milad 70 Tahun TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja dilaksanakan Kamis (25/4/2024) di Gedung Manalagi Singaraja, dengan mengusung tema “Mewujudkan Generasi Islami, Mandiri dan Berkemajuan”.

Acara gebyar milad dihadiri Ketua PW ‘Asyiyah Provinsi Bali, Ir. Hj. Sari Prasetya Angkasa, Pengurus PD ‘Aisyiyah Buleleng, Pimpinan PD Muhammadiyah Buleleng, perwakilan dari Dinas Dikpora Buleleng, perwakilan Seksi Pendidikan Islam Kemenag Buleleng, guru-guru TK ‘Aisyiyah, para orangtua siswa TK ‘Aisyiyah, serta undangannya lainnya, termasuk sesepuh dan pelaku sejarah perjalanan TK ‘Aisyiyah Singaraja.

Menurut Ketua Milad, Rosita Dewi, SE, berbagai kegiatan dilaksanakan untuk memeriahkan milad tersebut. Mulai Lomba Goresan Anak Bangsa, Lomba Kreasi Menu Sehat Bunda untuk Ananda dan Lomba Video Ucapan Milad untuk TK ‘Aisyiyah Singaraja.

Selain itu, kata dia, dilaksanakan juga Progarm Ramadhan Berbagi, dengan memberikan bingkisan sembako kepada fakir miskin dan kaum dhuafa dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Ketua PD ‘Aisyiyah Buleleng, Dra. Hj. Supartini S, dalam sambutannya menjelaskan, TK ‘Aisyiyah Singaraja adalah lembaga pendidikan yang didirikan oleh pimpinan daerah ‘Aisyiyah Buleleng. Tepatnya diresmikan pada tanggal 1 April 1954. “Hingga kini TK ‘Aisyiyah berumur 70 tahun. Usia yang cukup tua untuk dunia pendidikan. Dan menurut tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, untuk TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) se-Indonesia, bahwa TK ABA Singaraja merupakan TK tertua ketiga setelah TK ABA di Yogyakarta dan TK ABA di Aceh,” jelasnya.

Menurutnya, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Buleleng sangat berseyukur dan sangat bangga bahwa selama kurun waktu 70 tahun, TK ABA Singaraja telah membangun karakter anak usia dini sehingga dapat mewujudkan generasi Islami, mandiri dan berkemajuan. Ini dapat dibuktikan bahwa para alumni TK ABA Singaraja telah menyebar tidak hanya di Bali, tetapi di kota-kota besar di Indonesia.

“Ada yang menjadi guru, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, menjadi pegawai, pengusaha, menjadi dokter, menjadi doktor, menjadi dosen dengan gelar profesor-profesor. Dan salah satu profesor ada di Singaraja, yakni Bunda Prof. Siti Maryam, guru besar Undiksha Singaraja dan juga sekretaris PDA Buleleng,” kata Supartini.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga kini TK ABA Singaraja telah mampu mempertahankan predikat TK terbaik, yaitu menyandang predikat akreditasi unggul, akreditasi A. “Kami pimpinan PDA Buleleng tetap berharap semoga ke depan TK ABA Singaraja semakin maju dan lebih dipercaya oleh masyarakat. Sehingga terus melahirkan generasi anak bangsa yang berkualitas dan berakhlak mulia,” tandasnya.

Guru-guru dan siswa-siswi Taman Peladjaran Poetri Nasijatul ‘Aisjijah. Foto tahun 1942. Dokumen MPI PD Muhammadiyah Buleleng

Wakil Ketua PD Muhammadiyah Buleleng, H. Imam Syafi’i, dalam sambutan mewakili Ketua PDM Buleleng, mengatakan, tema milad “Mewujudkan Generasi Islami, Mandiri, dan Berkemajuan, ini relevan sepanjang perjalanan kehidupan TK ABA Singaraja.

“Insya Allah selama TK ‘Aisyiyah Singaraja selalu berkomitmen dengan tema ini, lulusan-lulusannya akan mendapatkan tiga hal, yakni ilmu, iman dan akhlak. Insya Allah dengan tiga hal ini di mana saja dan apapun profesinya akan menjunjung tinggi ilmu, iman dan akhlak,” ujarnya.

Sementara Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Bali, Ir. Hj. Sari Prasetya Angkasa, mengungkapkan sejarah TK ABA Singaraja. Menurutnya, sebelum Indonesia Merdeka pada tahun 1940, ‘Aisyiyah Singaraja merintis berdirinya lembaga pendidikan taman kanak-kanak. Operasionalnya diserahkan kepada kader-kader muda Nasyiyatul ‘Aisyiyah yang waktu itu diberi nama Taman Peladjaran Poetri Nasjiatul ‘Aisjijah.

“Saya belum lahir saat itu. ‘Aisyiyah Singaraja sangat visioner dengan mendirikan taman kanak-kanak di mana saat itu banyak orang buta huruf. Namun, karena waktu itu sering terjadi peperangan, peralihan kekuasaan sehingga upaya menjalankan lembaga pendidikan tidak berjalan mulus,” katanya. Kader-kader muda Nasyiyatul ‘Aisyiyah yang mengurus lembaga pendidikan itu harus ikut berjuang untuk membela negara turun ke medan laga.

Menurutnya, pada tahun 1950-an, Taman Peladjaran Nasjiatul ‘Aisjijah yang sempat tidak beroperasi bangkit kembali dengan nama TK Asri Singaraja. Nama ini diberikan sebagai bentuk strategi dakwah kultural Muhammadiyah dan Aisyiyah saat itu.

Dipaparkan, pada tahun 1969, saat perpolitikan negara mulai stabil, TK Asri Singaraja berganti nama menjadi TK ‘Aisyiyah, dan kemudian pada 25 April 1985 dikukuhkan namanya menjadi TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Singaraja, yang merupakan TK tertua ketiga TK ABA seluruh Indonesia. “Ini sangat membanggakan,” ujar Hj. Sari Prasetya.

Menurutnya, perjalanan sejarah TK ABA Singaraja tersebut membuktikan keistiqamahan ‘Asyiyah Buleleng dalam mewujudkan dakwah pendidikan. Dikatakan, tagline milad ke-70 “Mewujudkan Generasi Islami, Mandiri dan Berkemajuan” ini bukanlah sekadar kalimat saja. Tapi memang menjadi jiwa ‘Aisyiyah Buleleng dalam menciptakan kualitas keunggulan TK ABA Singaraja, sebagai strategi pembentukan manusia yang utuh, berkarakter dan menjunjung nilai-nilai yang luhur.

“Harapan kami semoga TK ABA Singaraja menjadi pusat gerakan PAUD berkemajuan, dengan penguatan eksistensi: selalu paling unggul, menjadi pusat kolaborasi, serta menumbuhkan dan meningkatkan daya saing pelayanan pendidikan di masyarakat,” katanya.

“Semoga TK ABA Singaraja menjadi penguatan dalam mewujudkan generasi Islami, mandiri dan berkemajuan dengan terbentuknya tunas insan yang bertakwa, berakhlak mulia, mandiri, cakap, kreatif dan peduli,” tambahnya.

Sementara Eka Titi Suryani, SP, M.Pd, yang mewakili Kadis Dikpora Kabupaten Buleleng, mengaku benar-benar terharu dan berlinang airmata, melihat kegigihan dan kekuatan yang luar biasa kader-kader ‘Aisyiyah mengelola TK ABA Singaraja ini. Apalagi saat itu dihadirkan saksi sejarah perjalanan TK ‘Aisyiyah Singaraja yang sudah berumur lebih dari 90 pun, yakni Hj. Nur Asikin.

Hj. Nur Asikin merupakan siswa saat TK ABA Singaraja bernama Taman Peladjaran Poetri Nasjijatul ‘Aisjijah. Hj. Nur Asikin pernah menceritakan, suatu saat mengecat sekolahnya sendiri dari uang celengannya. Karena sekolah tidak punya dana.

“Saya sendiri belum tentu usia 90 tahun berada di sini,” kata Eka Titit Suryani. Ia juga menilai, usia 70 tahun TK ‘Aisyiyah Singaraja merupakan pencapaian luar biasa. “Ini sudah sampai ke platinum. Kalau 25 tahun perak, 50 tahun emas dan 70 sudah platinum,” jelasnya.

Menurutnya, mencapai usia ke-70 tahun bagi lembaga pendidikan itu tidak gampang. “Tidak semua sampai ke titik 70. Platinum, ke titik 70 itu merupakan tonggak sejarah yang luar biasa. TK ‘Aisyiyah yang kuat dan sampai sekarang terus berkembang dan terbanyak mendapat bantuan operasional pendidikan di Kabupaten Buleleng. Ini luar biasa. Peserta didiknya banyak sekali. Dan tidak ada kelirunya ketika mengelola dana bantuan operasional pendidikan tersebut,” tandasnya.

Dalam acara Gebyar Milad Ke-70 TK ABA Singaraja itu juga diserahkan santuan kepada para sesepuh, pelaku sejarah dan mantan kepala TK ABA Singaraja. Juga diserahkan hadiah lomba serangkaian milad ini. Acara juga dimeriahkan oleh pementasan anak-anak TK ABA Singaraja, guru-guru, dan siswa SD Muhammadiyah Singaraja yang merupakan alumni TK ABA Singaraja. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *