Catatan Eka Sabara *)
SOSOK ini merupakan ulama khas di tengah kawasan industri perikanan Pengambengan, Kabuapten Jembrana, Bali. Nama lengkapnya KH Ustad Sya’rani bin Yasin bin Abdul Kadir. Namun, lebih dikenal dengan nama Ustadz Sya’rani Yasin.
Ustadz Sya’rani Yasin adalah orang pertama yang merintis pendirian pondok pesantren di tengah kawasan industri perikanan Pengambengan. Pada tahun 1980-an saat booming lemuru di pesisir selatan kota Negara, mulai berdiri sentra-sentra industri pengalengan dan penepungan ikan. Dunia kerja yang sering melupakan seorang akan beribadah, mengusik sang ustad yang juga berkecimpung saat itu pada salah satu perusahaan pengalengan ikan sebagai kepala seksi produksi.
Setelah berniat akan membentengi pendidikan agama bagi masa depan generasi muda, maka sang ustad meminta izin gurunya KH Moh. Imran Kepah, untuk membuka sebuah pondok pesantren di Kelape Balian, Desa Pengambengan.

Dengan semangat mengajar ngaji kepada masyarakat sekitar kawasan pabrik, akhirnya Ponpes Darussalam dapat berdiri pada tahun 1983. Pada tahun 1988 terdaftar dalam akte notaris.
Cara berdakwah sang ustad cukup unik dan mempunyai ciri khas. Ia memulai dengan mengenali karakter masyarakat pesisir kala itu. Pohon pisang pun mulai berbuah, semakin banyak murid-murid senior yang telah lulus dan mengajar mengaji sehingga kala itu nama sang ustad semakin terkenal. Namanya bagai mutiara di balik tembok-tembok industri yang berada di Kelape Balian.
Soal sejarah awal penamaan Darussalam. Diterangkan oleh ustad, bahwa beliau mengaji di Ponpes Riyadus Sholihin. Karena tempatnya mengaji sudah bernama taman orang shaleh, maka untuk tempat mengajar ngaji dinamakan rumah (darus) sejahtera (salam).
Saat mulai mengajar ngaji hanya ada 7 santri. Perjuangan yang berat kala itu mengentaskan minimnya kemauan minat masyarakat pesisir untuk memondokkan anaknya. Namun, perlahan-lahan mulai sirna. Dengan sentuhan gaya yang khas, sang ustad pun melakukan pendekatan dari hati ke hati.
Kelape Balian di tahun 1980-an memang terkenal tempat bermukim orang-orang sakti (balian). Sudah barang tentu gesekan-gesekan antara ilmu putih dari sang ustad dengan ilmu hitam berjalan pasang surut. Dengan tetap waspada dan terus berdzikir maka semua berjalan mulus.
Pada tahun 1988, pondok pesantren menjadi Yayasan Ponpes Darussalam sekaligus ada pendidikan formal madrasah ibtidaiyah (MI) Darussalam. Pada tahun 2017 berdiri TK dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darussalam.
Kerja keras selama 20 tahun dalam berdakwah di tengah masyarakat pesisir, sejak tahun 1980 hingga tahun 2000, mulai menampakkan hasilnya. Sang ustad telah berhasil mendidik para santrinya dan juga masyarakat pesisir Pengambengan akan pentingnya pendidikan ilmu agama kepada semua lapisan masyarakat.
Selain mengasuk Ponpes Darussalam, Ustdaz Sya’rani Yasin aktif di di PCNU Jembrana. Ia menjadi Wakil Rais Am PCNU Jembrana dari 2013 sampai 2023. Dan sejak tahun 2024 menjadi Rais Am PCNU Kabupaten Jembrana.
Ustadz Sya’rani Yasin lahir di Desa Pengambengan pada 31 Deember 1950 dari pasangan Made Yasin bin Abdul Kadir dari Teluk Limo dengan Nurjannah binti Moh Amin dari Desa Cupel. []
*) Penulis adalah Budayawan dari Loloan Barat

