Permasalahan Bimbingan di Sekolah Dasar

Esai Dr. Surayanah *)

BIMBINGAN dan konseling merupakan hal yang penting dalam pendidikan. Namun, masalah bimbingan di sekolah dasar seringkali diabaikan. Beberapa permasalahan yang sering muncul adalah kurangnya pemahaman tentang peran bimbingan, kurangnya dukungan dari pihak sekolah, dan minimnya ketersediaan sumber daya yang memadai. Di sekolah dasar tidak terdapat tenaga khusus seperti guru khusus untuk bimbingan dan konseling seperti di SMP ataupun SMA.

Bimbingan dan konseling membutuhkan dukungan dan perhatian dari pihak sekolah agar dapat berjalan dengan baik. Sayangnya, seringkali pihak sekolah tidak memberikan dukungan yang cukup terhadap kegiatan bimbingan. Dukungan yang diberikan oleh pihak sekolah seperti fasilitas ruangan khusus dan peralatan bimbingan dapat membantu dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan.

Karena di sekolah dasar tidak terdapat ruang khusus untuk pelaksanaan bimbingan, kerap kali bimbingan dilaksanakan di kelas atau ruang guru jika permasalahan bertambah kompleks. Tidak adanya ruang khusus dalam pemberian bimbingan membuat tidak terjalinnya kerahasiaan secara maksimal.

Pemberian bimbingan di sekolah dasar dapat dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. Biasanya dalam pemberian bimbingan guru akan menyelipkan motivasi kepada siswa melalui pembelajaran. Namun, tak jarang juga banyak siswa yang tidak mudah termotivasi.

Karena cara berfikir siswa yang berbeda terlebih pada siswa kelas tinggi yang sudah memahami keinginannya sendiri cukup sulit untuk memberikan motivasi kepada siswa. Tak jarang terdapat siswa kelas tinggi yang acuh dan lebih memilih untuk tidak mendengarkan nasihat dari gurunya. 

Permasalahan yang terjadi di rumah juga dapat mempengaruhi perilaku siswa di sekolah. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan oleh guru, dengan mengetahui akar permasalahan guru dapat dengan bijak mengambil keputusan. Namun, terkadang dalam mengatasi permasalahan di sekolah kerap dijumpai guru yang langsung menghakimi siswa tanpa mengetahui akar permasalahan yang sebenarnya.

Seperti permasalahan yang kerap dilakukan oleh siswa yang terkenal nakal maka guru akan langsung menyalahkan siswa tersebut. Padahal bisa saja dari sudut pandang siswa tidak seperti itu. Perilaku guru tersebut dapat menyebabkan siswa berkecil hati dan tidak percaya diri lagi.

Hendaknya guru sebelum memberikan terguran kepada siswa harus mencari tahu dahulu akar permasalahan kemudian mengambil hukuman secara bijak. Pemberian hukuman penting diberikan namun harus disertakan bimbingan yang tepat.

Kurang tepat apabila guru hanya memberikan hukuman dan nasihat tapi tindak memberikan bimbingan dan menujukkan hal yang benar kepada siswa. Terlebih pada siswa sekolah dasar yang masih mencari figur untuk dapat dijadikan panutan. Apabila guru yang harusnya menjadi panutan siswa tidak memberikan contoh penyelesaian permasalahan yang baik maka bagaimana siswa akan berkembang menjadi lebih baik. 

Oleh karena itu perlu diadakan bimbingan dan konseling di sekolah dasar. Apabila tidak memungkinkan diadakan tenaga khusus untuk sekolah dasar. Hendaknya pihak sekolah dapat mengadakan workshop atau pelatihan untuk guru. Dengan pelatihan dan workshop guru dapat mengatasi dan memberikan bimbingan yang baik kepada siswa.

Dan guru dapat lebih memahami cara menyampaikan teguran yang tepat kepada siswa. Terlebih pada siswa sekolah dasar yang mudah berkecil hati dan merasa tidak percaya diri. []

*) Penulis adalah Dosen Universitas Negeri Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *