- Peningkatan Infrastrukur dan Teknologi Informasi Jadi Perhatiannya
BULELENG bisa menjadi daerah tujuan wisata terkemuka di Bali. Infrakstruktur, aksesbilitas, sumber daya manusia, branding dan promosi harus menjadi perhatian serius agar upaya menjadikan Buleleng sebagai tujuan wisata terkemuka bisa terwujud.
Itulah pandangan H. Bambang Sutiyono, calon anggota (caleg) DPRD Provinsi Bali dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bali 5 (Kabupaten Buleleng) dalam sebuah perbincangan di Singaraja, Rabu (7/2/2024). H. Bambang Sutiyono merupakan caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
“Peningkatan infrakstruktur dan aksesibilitas, peningkatan kualitas SDM, peningkatan konservasi dan peningkatan promosi serta branding sangat diperlukan untuk Buleleng,” kata pria kelahiran 17 Mei 1973 ini.
Misalnya, kata dia, Bali utara semestinya punya bandara internasional. Dengan begitu, akses lebih cepat untuk wisatawan asing. “Pak Ketua Umum PKB, Gus Imin, kalau terpilih jadi wakil presiden sudah menegaskan akan membangun bandara di Bali utara,” katanya.
Menurutnya, jika dirinya terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Bali, hal itu juga yang akan diperjuangkan. H. Bambang Sutiyono yakin, Kabupaten Buleleng bisa menjadi tujuan wisata terkemuka yang bertumpu pada kekuatan dan keunggulan pariwisata lokal. Dan dengan demikian, pariwisata dapat menjadi mesin pembangunan Kabupaten Buleleng secara menyeluruh.
“Oleh karena itu, harus ada perencanaan pembangunan pariwisata di Kabupaten Buleleng secara komprehensif,” kata Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Bali ini.
Ia melihat, selama ini sebagai tujuan wisata, Buleleng memiliki beberapa kelemahan, sehingga wisatawan yang berkunjung relatif kurang ramai dibandingkan dengan daerah lain yang berada di Bali selatan. Kelemahan-kelemahan tersebut di antaranya jarak ke ibu kota propinsi dan bandar udara cukup jauh, jalan berliku dan kurang tepatnya strategi promosi pariwisata.
Padahal, kata dia, potensi Buleleng sangat luar biasa. Misalnya, Buleleng mempunyai panjang pantai sekitar 144 km, dengan beragam kekayaan dan keindahan di dalamnya. Juga ada danau, ada perbukitan yang khas, ada ladang-ladang pertanian dan perkebunan. Belum lagi, kota Singaraja yang menyimpan kekayaan sejarah dan jejak peradaban yang kuat.
“Sebenarnya Buleleng mempunyai potensi pariwisata yang relatif lengkap. Mulai wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya, wisata desa, wisata sastra, hingga wisata penelitian. Tinggal sekarang mem-branding dan mempromosikan secara tepat,” kata penghobi olahraga dan kegiatan sosial ini.
Dikatakan, selama ini memang sudah diupayakan peningkatkan fasilitas-fasilitas umum. Namun, kata dia, harus ada peningkatan dalam sektor teknologi komunikasi, karena hal tersebut akan menentukan banyak hal, terutama untuk informasi pariwisata.
“Sesuai tuntutan jaman yang serba modern ini peningkatan layanan masyarakat terutama di bidang teknologi informasi sangat perlu diperhatikan. Dimana teknologi informasi bisa kita manfaatkan untuk hal-hal yang dapat menunjang kepariwisataan dan pengenalan Buleleng lebih luas ke masyarakat umum,” kata H. Bambang Sutiyono.
Ia juga menjelaskan, pihaknya punya program yang namanya bioregional, yaitu pembangunan berbasis geografis ekologisnya. Sehingga tidak ada pemaksaan dalam bentuk pembangunan yang sentralistis. “Seperti pernah disampaikan Gus Imin, kalau Bali ini kita optimalkan bioregionalnya adalah pusat wisata dunia, dengan dukungan ekologinya. Dengan dukungan seluruh infrastrukturnya,” katanya.
Menurutnya, meskipun Bali dikenal sebagai daerah pariwisata dan simbol keberagaman, tapi masih terdapat ketimpangan dalam hal pembangunan infrastruktur. “Jadi Insyaa Allah, promo Bali akan kita genjot lagi di jagad pariwisata global. Agar lebih banyak kelebihan di wisata Bali,” ujar H. Bambang Sutiyono.
Menurut politisi pengagum Bung Karno, Bung Hatta, dan Gus Dur ini, Buleleng yang mempunyai masa-masa keemasan ketika Pelabuhan Tua Buleleng menjadi pusat perdagangan internasional dan pintu masuk wisatawan ke Bali, bisa bangkit Kembali. Bisa meraih Kembali masa-masa kejayaan tersebut.
“Dengan menjadi anggota DPRD Provinsi Bali, saya bisa memperjuangkan hal itu. Memperjuangkan bangkitnya kembali masa-masa keemasan Buleleng,” tandas H. Bambang Sutiyono. (bs)


Yang perlu dicermati saudara² kita asli Buleleng harus belajar berpikir dan bersuara ala H. Bambang Sutiyono. Perlu menambah lebih banyak individu yg bersedia muncul kepermukaan untuk memajukan Buleleng. Dari sekian cendekiawan Buleleng yg berkiprah di pusat hanyalah individu pengisi perut sendiri, lupa pada pembangunan daerahnya. Mulai dari Direktur, Komisaris BUMN, Gubernur, Menteri, belum pernah membangkitkan bumi Panji Sakti dalsm pembangunan global dan berkarakter seni dan budaya untuk pariwisata Bali Utara. Buleleng Sidatapa..