BULELENG – Pada Pemilu 2024, penduduk dengan usia sudah bisa memberikan suaranya diperkirakan akan mencapai lebih dari 110 juta orang atau sekitar 55% – 60%, dengan rentang umur dari 20 – 44 tahun (Gen Z – Millenial). Artinya, merekalah pemangku kepentingan sesungguhnya.
Oleh karena itu, memilih pemimpin yang sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan mereka menjadi suatu hal yang penting. Didasari hal tersebut, komunitas Teman Ngopi mengadakan diskusi pada Jumat (9/2/2024) yang bertempat di Coffe DeKakiang.
Menurut Ketua Komunitas Teman Ngopi, Imaduddin Syamil, kegiatan diskusi ini bertujuan agar anak muda sekarang sadar bahwa ini bukan sekadar pertarungan politik semata, namun ini juga pertarungan gagasan.
“Dalam sejarah politik Indonesia, semua perubahan politik itu terjadi dilakukan oleh mahasiswa dan anak-anak muda. Jadi kalian sebagai generasi muda, harus sadar ini bukan sekadar pertarungan politik semata, namun ini juga pertarungan gagasan” ungkapnya.
Kegiatan ini mengundang dua tokoh anak muda yang memiliki perhatian besar terhadap dunia politik, khususnya di Kota Singaraja. Mereka adalah Agung Praka Kuswani, S.E. dan Muhammad Reza Yunus, S.E.
Kegiatan diskusi ini pun berlangsung dengan asyik. Dan para peserta tampak antusias menanyakan terkait dengan kegelisahan yang selama ini dialami oleh anak muda.
Di akhir kegiatan pun, kedua narasumber pun bersepakat mendorong anak-anak muda untuk lebih mengutamakan politik gagasan dibandingkan dengan politik uang. (bs)

