- Esai Dr. Surayanah *)
PENDIDIKAN merupakan sebuah bidang yang sangat dinamis karena dipengaruhi oleh berbagai bidang lain, salah satunya adalah IPTEK. Adanya perkembangan IPTEK secara langsung ataupun tidak langsung membuat dunia pendidikan harus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman yang ada. Dunia pendidikan masa kini harus selalu mengikuti perkembangan zaman, sehingga apa yang diajarkan dalam pendidikan dapat relevan dengan kebutuhan pekerjaan yang ada.
Saat ini kita berada pada era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan adanya internet. Akan tetapi, saat ini juga merupakan masa transisi era industri 4.0 menuju ke era revolusi industri 5.0. Pada era revolusi industri 5.0 akan ditandai dengan adanya AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan.
Masa transisi ini ditunjukkan dengan adanya berbagai AI yang sudah diluncurkan oleh perusahaan-perusahaan besar. Contoh AI tersebut adalah OpenAI, LaMDA, dll. Fungsi dari AI ini ada sangat banyak, utamanya adalah untuk membantu mempermudah kehidupan manusia. AI dapat digunakan untuk mengedit foto, mengolah data, mendesain, dll.
Dengan adanya perubahan era industri ini, tentunya dunia pendidikan juga akan mengalami perubahan dalam pelaksanaannya. Dalam dunia pendidikan, guru sebagai penggeraknya haruslah mengikuti perkembangan zaman ini. Dengan demikian, dalam pembelajaran guru mampu menghadirkan hal-hal baru yang dapat menambah motivasi siswa dalam belajar.
Oleh karenanya, untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional 2023 Direktorat Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyelenggarakan kegiatan berjudul “Kick Off Pelaksanaan Adopsi Teknologi Digital” dengan mengusung tema “Membangun Keberhasilan Pendidikan Di Era Gen Z”. Kegiatan ini merupakan seminar yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan teknologi digital.
Kemenkominfo sudah mengadakan kegiatan yang bagus seperti seminar terkait digitalisasi. Meskipun begitu, menurut saya hal tersebut sudah sangat terlambat. Setelah ini teknologi bukan hanya tentang digitalisasi, melainkan sudah merambah ke teknologi AI.
Jika tidak diimbangi dengan kemampuan teknologi guru, maka siswa bisa dengan mudah mengerjakan tugas tanpa berpikir dan guru tidak tahu mengenai hal tersebut. Jika tidak dibimbing dengan baik oleh guru ketika pembelajaran maka bisa saja siswa menjadi malas dan ketergantungan dengan teknologi saja.
Memang, saat ini dunia pendidikan di Indonesia sendiri sudah ketinggalan dari segi teknologi. Ada banyak guru yang masih gagap teknologi dan belum bisa menerapkan perkembangan teknologi pada saat pembelajaran. Padahal dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, guru mampu membuat siswa menjadi lebih tertarik dan semangat dalam belajar. Apalagi pada saat ini merupakan zaman dari gen z. Maksud dari gen z ini adalah generasi yang memiliki sifat dan karakter berbeda dengan generasi sebelumnya.
Gen z ini mendapatkan sebuah label generasi yang minim dengan batasan. Maksudnya adalah mereka sulit untuk dibatasi dan hampir tidak memiliki batasan. Label ini diberikan karena memang dengan dengan adanya teknologi batasan-batasan menjadi kabur. Permasalahan terakit jarak, waktu, tenaga, dll kini bukanlah sebuah alasan.
Pada pendidikan masa kini, guru harus memiliki kemampuan dalam menggunakan teknologi digital. Guru dituntut untuk belajar dan berkreasi dengan teknologi-teknologi baru yang belum pernah ada sebelumnya. Tujuannya adalah untuk membuat pembelajaran semakin efektif, aktif, kreatif, dan inovatif.
Selain untuk efektifitas pembelajaran, kemampuan guru dalam menggunakan teknologi digital juga bisa diajarkan kepada siswa sehingga siswa juga memiliki pemahaman terkait teknologi digital. Dengan pemahaman dalam menggunakan teknologi digital, siswa juga dapat belajar secara mandiri dan memanfaatkan internet untuk menambah porsi belajarnya. []
*) Penulis adalah Dosen Universitas Negeri Malang

