ITB Stikom Bali Teken Kerjasama Bidang Pendidikan dengan Yayasan Miftahul Ulum Pegayaman

BULELENG – ITB Stikom Bali meneken kerjasama dengan Yayasan Miftahul Umum Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali. Penandatanganan perjanjian kerjasama bidang pendidikan yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Ulum Pegayaman pada Sabtu (20/1/2024) itu meliputi beasiswa dan digitalisasi pendidikan.

Penandatanganan dilakukan oleh Rektor ITB Stikom Bali, Dr. Dadang Hermawan dan Ketua Yayasan Miftahul Ulum Pegayaman, H. Imam Muhajir. Acara tersebut dihadiri Kepala MA Miftahul Ulum, Alman Rahadi, Ketua FPSI Bali, H. Imam Asrorie, pengurus FPSI Buleleng, sesepuh dan tokoh Pegayaman, wali murid dan siswa kelas XII MA Miftahul Ulum.   

Kepala Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Ulum Pegayaman, Alman Rahadi, S.Pd., dalam sambutannya menyatakan amat bahagia dengan adanya kerjasama tersebut. Menurutnya, itu merupakan suatu hal patut disyukuri.

“Pak Haji (Dr. Dadang Hermawan-red), kami sebenarnya sudah lama mendengar nama Pak Haji. Kalau disebut nama Dr. Dadang langsung terbayang Stikomnya. Kalau menyebut Stikom di kalangan kami akademisi, pasti ingat Pak Haji,” paparnya.

“Tahun lalu di tempat ini, kita duduk bareng dalam rangka silaturahim dengan wali murid dengan anak-anak, untuk menyampaikan program yang sebenarnya luar biasa. Hanya saja kurang mendapat tanggapan dari kita. Akhirnya peluang-peluang beasiswa atau peluang-peluang lainnya yang seharusnya dapat diambil oleh anak-anak kita diambil oleh orang lain. Padahal kita diberikan kesempatan seluas-luasnya dalam bentuk kerjasama pendidikan yang digagas ITB Stikom Bali dengan perusahaan-perusahaan di luar negeri tapi tidak kita ambil kesempatan itu,” jelas Alman.

Ketua Yayasan Miftahul Ulum H. Imam Muhajir, mengatakan, kerjasama ini merupakan penghargaan yang perlu disyukuri masyarakat Pegayaman, tidak hanya Yayasan Miftahul Ulum. Karena nantinya anak-anak dan generasi muda Pegayaman akan bisa mengikuti perkembangan ilmu yang diperlukan oleh dunia ini. “Makanya nantinya anak-anak kita tidak akan ketinggalan dan sekaligus nantinya anak-anak kita menjadi anak-anak yang soleh dan solehah,” katanya.

Menurut H. Imam Muhajir, untuk menjadi anak sempurna di dunia tidak bisa lepas dengan ilmu. “Apa kepentingan dunia harus dengan ilmu. Apa kepentingan akhirat juga dengan ilmu. Kedua-keduanya harus dicapai dengan ilmu. Kalau hidup di dunia tanpa ilmu maka tidak akan mendapatkan kehidupan yang bahagia,” ujarnya.

Menurutnya, Dr. Dadang Hermawan akan memberikan jalan bagi warga Pegayaman dan warga Muslim untuk menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. “Mudah-mudahan dengan ini, apa yang menjadi cita-cita Pak Dr. Dadang, Allah meridhainya dan menakdirkannya,” doa H. Imam Muhajir diamini warga yang hadir saat itu.

Ia meminta warga Pegayaman mendoakan dan selalu mendukung apa yang dilakukan dan hendak dicapai oleh Dr. Dadang Hermawan. “Sudah sekian lama Miftahul Ulum berdiri, belum ada yang mau kerjasama. Baru kali ini dengan Pak Dr. Dadang. Mudah-mudahan ini menjadikan warga Pegayaman sebagai orang yang baik yang akan mampu membawa nama Muslim di Bali ke depan,” harapnya.

Oleh karena itu, lanjut H. Imam Muhajir, kehadiran Dr. Dadang Hermawan ke Pegayaman merupakan kebahagiaan, yang bukan hanya disyukuri, Alhamdulillah, tapi dilaksanakan nanti apa yang disampaikan Dr. Dadang. “Ini bukan semata kepentingan Miftahul Ulum akan tetapi seluruh warga Pegayaman dan seluruh umat Islam,” tegas Imam Muhajir.

Sementara Rektor ITB Stikom Bali, Dr. Dadang Hermawan, saat menyampaikan pidatonya menyatakan, pihaknya tahu bahwa sebenarnya banyak anak-anak yang kesulitan sekolah atau kuliah karena masalah dana. Menurutnya, di ITB Stikom Bali, rata-rata menerima mahasiswa baru 1.500 orang tiap tahunnya. Dari 1.500 mahasiswa itu, 500 yang diberikan beasiswa.

Dari 500 beasiswa itu, pemerintah lewat Ditjen Dikti dan Ristek itu mengasih beasiswa hanya 50 orang. Sehingga sisanya, 450 mahasiswa, beasiswanya ditanggung ITB Stikom Bali. “Ada yang 50 persen, ada yang 75 persen dan ada juga yang 100 persen,” jelas Dr. Dadang.

Dikatakan, untuk memberikan beasiswa kepada 500 mahasiswa ITB Stikom Bali setiap tahunnya, pertama diajukan untuk mendapatkan beasiswa dari pemerintah, sebanyak 50 beasiswa. “Sisanya kami berikan beasiswa, baik oleh ITB Stikom Bali atau oleh Yayasan, sebanyak 450 orang,” paparnya.

Yang menarik, tegas Dr. Dadang Hermawan, adalah program ITB Stikom Bali yakni kuliah sambil magang. “Bagaimana anak-anak kita bisa kuliah sambil mendapatkan uang. Untuk mendapatkan uang, maka anak-anak yang kuliah itu harus melaksanakan pemagangan atau kerja paruh waktu di dalam atau di luar negeri. Agar honorarium yang diterima itu terasa, maka sebaiknya anak-anak itu diikhlaskan, direlakan, didoakan untuk bisa kuliah di Stikom Bali sambil magang di luar negeri,” ujarnya.

Dr. Dadang Hermawan juga menjelaskan, ITB Stikom Bali sudah punya beberapa unit, di antaranya Politeknik Ganesha Guru di Pantai Penimbangan Singaraja, dengan program D3, dan juga punya SMK Bali Global di beberapa daerah termasuk di Singaraja.

“Saya malu, saya akan sedikit mengelus dada, kalau ada warga Pegayaman yang anak-anaknya tidak bisa melanjutkan kuliah karena masalah biaya. Buat apa ada saya di sini, jika masih ada warga Pegayaman yang tidak bisa kuliah karena masalah biaya,” kata Dr. Dadang. Oleh karena itulah, ia menandatangani kerjasama tersebut.

Bukan hanya untuk anak-anak, bagi bapak ibu guru juga bisa kuliah di ITB Stikom Bali karena di ITB Stikom Bali sudah ada program S2-nya, yakni magister komputer. “Kuliahnya juga bisa online. Jadi ibu-ibu dan bapak-bapak bisa kuliah, sambil masak, sambil ngepel atau nyapu di rumah,” kata Dr. Dadang Hermawan. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *