Pengaspalan Jalan Menuju Pura Segara Rupek Gunakan Campuran Limbah Plastik

BULELENG – Proyek peningkatan jalan (pengaspalan) menuju ke Pura Segara Rupek, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali menggunakan campuran limbah plastik. Peningkatan jalan akses ke pura tersebut mencapai 9 km.

Jalan menuju Pura Segara Rupek, yang sebelumnya mengalami kerusakan dan kesulitan akses, kini telah diaspal sepanjang 13 km dari jalan raya. Pengaspalan terakhir dilakukan sepanjang 9 km hingga titik parkir pura. Penggunaan campuran limbah plastik dalam pengaspalan tersebut menjadi inovasi yang bertujuan tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menjaga lingkungan.

Perbekel Desa Sumberklampok, Wayan Sawitra Yasa, menyatakan, proyek ini memberikan dampak positif terhadap waktu tempuh menuju Pura Segara Rupek. Dengan perjalanan yang semakin lancar, waktu tempuh dapat diminimalisir menjadi sekitar 30 menit untuk kendaraan roda empat dan 20 menit untuk sepeda motor.

“Perbandingannya jauh dengan kondisi sebelumnya, di mana perjalanan menuju pura memakan waktu 1-2 jam karena jalan rusak dan batu besar,” ujarnya.

Namun, akses jalan menuju Pura Segara Rupek hanya terbatas untuk kendaraan roda empat pribadi dan minibus Hiace dengan kapasitas besar. Kendaraan besar seperti bus dan truk tidak diperbolehkan melintas karena adanya pohon rindang yang dilindungi, menjaga keseimbangan lingkungan di sekitar pura.

“Lokasi pura di desa kami terletak di kawasan hutan negara, di Taman Nasional Bali Barat. Pohon-pohon tersebut tidak boleh dipotong hanya untuk kepentingan akses jalan. Oleh karena itu, kapasitas kendaraan dibatasi,” ujarnya.

Menurutnya, untuk menjaga keamanan dan ketertiban, pihaknya telah berkoordinasi dengan petugas Taman Nasional Bali Barat (TNBB) berkolaborasi dengan masyarakat setempat, termasuk Linmas dan Pecalang. Dengan demikian, diharapkan dapat memastikan keberlanjutan lingkungan di sekitar kawasan hutan negara. Koordinasi ini juga diambil sebagai langkah preventif mengingat peristiwa perburuan liar yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kepala TNBB, Agus Ngurah Krisna, mengatakan, petugas di kawasan TNBB, khususnya di Teluk Prapat Agung menuju Pura Segara Rupek, harus bekerja ekstra mengingat mudahnya akses menuju pura setelah peningkatan infrastruktur. Pengawasan tidak hanya dilakukan pada akses utama, tetapi juga di beberapa titik di dalam hutan untuk memastikan keamanan dan menjaga tanggung jawab terhadap negara.

“Akses masuk di kawasan ini sangat terbuka. Kami bekerja ekstra dengan melakukan pemantauan dan patroli di titik-titik tertentu, karena yang kami jaga bukan hanya apa yang dilihat dalam bentuk hutan dan satwa ini, tetapi tanggungjawab kami kepada negara,” kata Agus Ngurah Krisna.

Dengan peningkatan infrastruktur dan pengaspalan menggunakan campuran limbah plastik, proyek ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam hal aksesibilitas, tetapi juga menjadi model bagi upaya mitigasi sampah plastik dan perlindungan lingkungan di wilayah sekitar. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *