BULELENG – Melihat geliat pariwisata di Bali yang kian menunjukkan trend positif, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buleleng menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi destinasi wisata sebesar Rp 10 miliar di tahun 2024. Target tersebut naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya dan setelah terealisasi sebesar 75 persen dari target PAD tahun 2023 sebesar 4,5 miliar.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, Minggu (7/1/2024). Ia menjelaskan, jumlah target tersebut sudah berdasarkan kajian dan mencanangkan berbagai strategi dalam mendongkrak kunjungan wisatawan berupa intensifikasi melalui media promosi dan pembinaan pengelola Daya Tarik Wisata (DTW), dan melalui penjajakan destinasi baru sehingga dapat menambah sumber PAD.
Pada tahun 2024, Kadis Dody menerangkan, dari DTW yang dimiliki Buleleng semenjak tahun 2023 dengan jumlah 10 DTW, bertambah menjadi 25 DTW yang masuk ke Peraturan Daerah (Perda). Hal tersebut tentunya diharapkan harus berbanding lurus dengan pembenahan tata kelola DTW seperti mendorong untuk berbadan hukum dan legalitas usaha, serta digitalisasi pemasaran.
“Penyempurnaan pengelolaan DTW, diharapkan berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah di sekitar DTW dan pengelola DTW,” terangnya.
Selain hal tersebut, calender of event yang menarik wisatawan juga terus digencarkan Dispar Buleleng bersinergi dengan komunitas, desa, ataupun pihak swasta. Dengan harapan hal tersebut menarik wisatawan yang datang dan tentunya dapat akan menggeliatkan subsektor ekonomi kreatif di sana, bahkan tinggal di akomodasi sekitar event tersebut.
“Tidak kalah penting untuk mencapai target tahun ini yakni dukungan dari berbagai stakeholder dan pengembangan kualitas SDM pelaku pariwisata di Buleleng,” tutupnya. (bs)

