- Esai Dr. Surayanah *)
PANDEMI Covid-19 yang terjadi pada tahun 2020 telah mempengaruhi berbagai bidang kehidupan mulai dari ekonomi, kesehatan, sosial dan lain sebagainya. Salah satu bidang kehidupan yang terkena dampak dari Covid-19 yaitu pendidikan.
Pendidikan di Indonesia yang awalnya dilaksanakan di sekolah harus berhenti dalam sekejap dan dilakukan secara online di rumah. Siswa dipaksa untuk dapat menggunakan berbagai teknologi seperti handphone dan laptop dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui berbagai aplikasi seperti zoom, google meet, google classroom, whatsapp dan lain sebagainya. Aplikasi tersebut hanya dapat dijalankan menggunakan internet, sehingga keadaan itu membuat jumlah penggunanya semakin meningkat dari tahun sebelumnya.
Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia pada April sampai Juni 2020 mencapai 73,7 persen dari populasi Indonesia. Jumlah tersebut setara dengan 196,7 juta pengguna internet dari populasi Indonesia sebanyak 226,9 juta penduduk. Data tersebut menunjukkan bahwa siswa banyaknya jumlah pengguna internet di Indonesia sehingga penting bagi siswa untuk mampu menggunakan dan memanfaatkannya.
Penggunaan dan pemanfaatan internet yang dilakukan oleh siswa memberikan rasa khawatir dan cemas bagi orang tua. Orang tua merasa bahwa dengan menggunakan dan memanfaatkan internet nantinya akan memberikan dampak negatif bagi siswa.
Dampak negatif yang terjadi seperti data pribadi siswa yang dapat tersebar luas, adanya berita hoax dan perundungan dengan menggunakan teknologi digital atau cyberbullying. Dampak negatif yang dicemaskan dan dikhawatirkan oleh orang tua tersebut akan terjadi apabila siswa tidak dapat menggunakan dan memanfaatkan internet dengan benar dan bijak. Siswa sangat perlu memahami mengenai literasi digital agar dampak negatif tersebut dapat dicegah dan diatasi sehingga nantinya tidak terjadi.
Literasi digital adalah kemampuan seseorang untuk memanfaatkan teknologi. Kemampuan yang dimaksud diantaranya yaitu mencari, menjawab, menemukan, mengoperasikan dan memanfaatkan teknologi dengan bijak sesuai dengan kegunaannya. Seperti siswa menggunakan teknologi digital untuk menemukan informasi mengenai materi pembelajaran di sekolah bukan mencari video yang tidak pantas dilihatnya.
Siswa yang dapat memahami literasi digital dengan baik akan memanfaatkan teknologi sesuai dengan kegunaannya sehingga dampak negatif yang ditimbulkan tidak akan terjadi pada dirinya. Literasi digital, selain dapat mencegah adanya dampak negatif dari pemanfaatan teknologi juga memberikan banyak manfaat bagi siswa.
Manfaat literasi digital bagi siswa-siswa yaitu dapat meningkatkan minatnya dalam membaca. Hal ini dikarenakan dalam membaca siswa tidak menggunakan buku yang hanya berisi teks saja namun dengan memakai buku digital atau e-book yang terdiri dari teks, gambar, video, dan bahkan suara.
Buku digital atau e-book dapat diakses secara gratis dimana saja dan kapan saja melalui teknologi digital seperti laptop dan handphone. Keadaan itu memudahkan dan membuat siswa tertarik sehingga dapat meningkatkan minatnya dalam membaca.
Literasi digital juga memberikan manfaat bagi siswa yaitu dapat membantunya belajar lebih cepat. Hal ini dikarenakan sebelum teknologi berkembang dengan pesat informasi yang didapatkan oleh siswa untuk belajar hanya terbatas pada sesuatu yang ditulis dalam buku teks dan disampaikan oleh guru.
Jadi, ketika siswa menemukan kata sulit untuk dipahami mereka hanya akan mencarinya di kamus dan bertanya pada guru agar dapat mengetahui arti dari kata tersebut. Saat teknologi sudah berkembang untuk mencari arti kata yang sulit dapat dilakukan dengan mudah. Siswa hanya perlu membuka teknologi digital seperti laptop dan handphone.
Siswa kemudian mengetik kata yang sulit pada google dan dengan cepat akan mendapatkan artinya. Keadaan itu membuat siswa dapat belajar lebih cepat karena mereka bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan dan diinginkan dengan sangat mudah tanpa harus bergantung pada buku teks dan guru di sekolah.
Informasi yang mudah didapatkan oleh siswa dalam teknologi digital juga harus disaring terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan banyaknya informasi yang beredar merupakan berita hoax. Berita hoax akan memberikan dampak negatif bagi siswa seperti depresi, penyendiri, lemahnya mental, mencoba menyakiti diri sendiri hingga menyebabkannya bunuh diri.
Keadaan itu membuat siswa harus memahami literasi digital. Literasi digital akan membuat siswa dapat memilih dan menganalisis informasi yang didapat dari teknologi digital sebelum digunakan. Siswa akan berpikir terlebih dahulu apakah informasi tersebut benar atau tidak. Proses siswa dalam memilih dan menganalisis informasi akan dapat memberikan manfaat bagi siswa yaitu meningkatkan ketrampilan berpikir kritis yang dimilikinya.
Selain itu, literasi digital juga akan dapat mengajarkan siswa mengenai sesuatu yang baru dan memiliki jiwa kreatif. Siswa akan mendapatkan sesuatu yang baru seperti cara membuat salju dari garam dan baking soda melalui google, media sosial, youtube dan lain sebagainya.
Media digital tersebut akan memberikan informasi mengenai cara membuat salju dari garam dan baking soda sehingga siswa akan dapat belajar dan menguasai hal itu dengan baik. Siswa juga akan memiliki jiwa kreatif saat ia sering melihat sesuatu yang baru.
Siswa awalnya akan dengan sendirinya akan berpikir bagaimana cara menghasilkan sesuatu yang baru dan belum pernah ada sebelumnya. Ketika siswa sudah mengetahuinya maka ia akan mulai membuat sesuatu yang baru. Keadaan itu akan membuat siswa memiliki jiwa kreatif pada dirinya.
Literasi digital penting bagi siswa karena dapat digunakan untuk mencegah adanya dampak negatif dari penggunaan teknologi dan memberikan banyak manfaat untuk dirinya. Literasi digital juga diperlukan untuk siswa agar dapat terus mengikuti perkembangan teknologi yang ada.
Kemampuan untuk terus mengikuti perkembangan teknologi sangat diperlukan pada saat ini mengingat adanya revolusi industri 4.0 dan era globalisasi yang semakin maju hari demi harinya. Siswa yang memiliki literasi digital tidak akan termakan oleh perkembangan yang sedang terjadi dan dapat memanfaatkannya dengan baik. []
*) Penulis adalah Dosen Universitas Negeri Malang

